Doa Tak Kunjung Dikabulkan? Bisa Jadi Gara-gara Ini

Rabu, 22 September 2021 - 09:15:16 - Dibaca: 1145 kali

Google Plus Stumbleupon


Ilustrasi berdoa / Jambi Ekspres Online

JAKARTA — Pemantik terkabulnya doa bukan semata soal kekhusyukan atau kesungguhan dalam memohon tapi juga kualitas harta yang kita konsumsi, halal atau haram.

Dilansir dari NU Online, berdoa merupakan salah satu amaliyah yang setiap hari dilakukan, minimal selepas melaksanakan shalat fardhu.

Doa menjadi salah satu cara pendekatan diri makhluk kepada Allah swt.

Doa menjadikan hati orang yang berdoa lebih tenang. Selain itu, doa adalah bagian dari inti ibadah (mukhul ‘ibadah), karena hati seorang yang berdoa kepada Allah swt seyogianya dipenuhi kesadaran bahwa tidak ada lagi tempat berharap kecuali Dia.

Ini adalah esensi tauhid dan inti dari keikhlasan.

Setiap doa yang kita panjatkan kepada Allah swt pasti akan dijawab atau dikabulkan-Nya, tetapi masalah waktunya Allah yang menentukan. Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 186:

“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.

Namun realitasnya, mengapa banyak orang yang berdoa memohon kepada Allah tetapi tak kunjung dikabulkan, sehingga tidak sedikit di antara kita yang bertanya-tanya, apakah Allah tidak memenuhi janji-Nya? Sebab salah dalam berdoa, atau ada sesuatu yang menghalangi doa-doa kita.

Rasulullah SAW bersabda seperti yang diriwayatkan HR Muslim:a

“Kemudian beliau (Rasulullah) menyebutkan ada seseorang yang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berseru ‘Ya Rabbi ya Rabbi (Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku’), padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan” (HR Muslim).”


Kisah di atas menjelaskan, betapa lelaki yang diceritakan Rasulullah sebenarnya sudah sangat memenuhi empat kriteria dikabulkannya doa, yaitu orang yang dalam perjalanan jauh, baju yang kusut dan kondisi yang lelah, menengadahkan kedua tangan ke langit, dan kesungguhan berharap kepada Allah dengan mengucapkan Ya Rabb berulang kali. Namun ternyata hal itu belum cukup untuk menjadikan doanya dikabulkan.

Maka, hadits ini memberikan isyarat yang sangat jelas bahwa ada hal-hal yang bisa menghalangi terkabulnya doa yaitu mengonsumsi sesuatu yang haram berupa makanan, minumam, atau bahkan pakaian.

Hal ini senada dengan yang diperintahkan Allah kepada orang-orang yang beriman agar mengonsumsi yang halal.

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya” (QS. Al-Baqarah: 172).

Dengan demikian, syariat Islam mendorong penganutnya untuk senantiasa mengonsumsi yang baik dan meninggalkan yang haram. Hal itu sekaligus menjadi syarat penting terkabulnya doa.

Dengan kata lain, barang siapa yang menghendaki doanya dikabulkan maka harus memperhatikan sisi kehalalan, baik makanan maupun pakaiannya. (dra/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id