Edukasi TPKM Dosen Prodi IKM FKIK Unja

Senin, 27 September 2021 - 15:40:12 - Dibaca: 275 kali

Google Plus Stumbleupon


Foto bersama peserta usai kegiatan
Foto bersama peserta usai kegiatan / Jambi Ekspres Online

Mengenai Edukasi Kesehatan Reproduksi Selama Menstruasi dan Pelatihan Mengurangi Nyeri Haid Primer

JAMBI - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (TPKM) Dosen Prodi IKM FKIK Unja melakukan edukasi Kesehatan Reproduksi Selama Menstruasi dan Pelatihan Mengurangi Nyeri Haid Primer, dengan Metode Stretching pada Remaja Putri di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. Andy Amir, S.KM.,M.Kes mengatakan, masa remaja merupakan periode peralihan dari anak-anak menuju dewasa atau disebut masa pubertas. Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang sangat pesat termasuk proses pematangan sistem reproduksi. Pada remaja putri, salah satu perubahannya adalah ditandai dengan menstruasi atau haid. Saat periode siklik ini berlangsung, beberapa masalah mungkin akan muncul diantaranya siklus haid tidak teratur, perdarahan yang berlebihan hingga nyeri haid.

pemateri sedang mengarahkan peserta pada saat melakukan permainan edukasi ular tangga yang berisi pemahaman tentang kesehatan reproduksi
"Namun nyeri saat haid adalah keluhan yang paling banyak diderita remaja putri," kata Andi Amir Senin (27/9).
Dikatakannya, adapun upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui program pengabdian kepada masyarakat (PPM) dimana dosen dan mahasiswa terlibat secara aktif. "Strategi yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi kesehatan reproduksi selama menstruasi, serta memberikan pelatihan mengurangi nyeri haid dengan metode stretching dimana target utamanya adalah remaja putri di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi," jelasnya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketua oleh Dr. Andy Amir, S.KM., M.Kes dengan anggota Muhammad Syukri, S.K.M.,M.Kes (Epid) dan Sri Astuti Siregar, S.ST.,M.Kes., ini diadakan pada Sabtu, 11-12 September 2021, berlokasi di rumah asuhan Izzati Jannah, Kecamatan Jelutung Kota Jambi dengan mengangkat tema mengenai edukasi kesehatan reproduksi selama menstruasi.
"Kegiatan yang dilangsung ini bertujuan memberikan pengajaran terhadap remaja putri di Panti Asuhan Izzati Jannah terkait kesehatan reproduksi remaja," urainya.
"Diharapkan, remaja putri di Panti Asuhan Izzati Jannah dapat bertambah ilmu pengetahuannya sehingga dapat menjadi bekal untuk kehidupan mereka, bukan hanya saat ini tetap dapat menjadi bekal ketika menjadi orang tua nanti," terangnya.
Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 2 hari dengan agenda kegiatan di hari pertama penyampaian materi terkait kesehatan reproduksi remaja yang disampaikan oleh Dewi Safitriani, S.K.M., yang merupakan seorang bidan sekaligus staff di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Tidak hanya itu, penyampaian materi juga disertai dengan pengisian pre-test, post-test dan permainan ular tangga edukatif. Pada hari kedua, kegiatan pengabdian diisi dengan pelatihan stretching untuk mengurangi nyeri haid primer yang dipimpin oleh Dewi Safitriani, S.K.M. Stretching dilakukan di halaman Rumah Asuhan Izzati Jannah. Mengingat kondisi pandemic dan untuk memenuhi standard protokol kesehatan yang ada, pada kegiatan pengabdian kali ini peserta dibatasi hanya diikuti oleh 11 orang remaja putri asuhan Izzati Jannah.
"Peserta yang ikut dipilih yang punya kemampuan untuk menularkan ilmu yang diperoleh kepada remaja putri lainnya. Semua orang yang terlibat didalam pelatihan tersebut menggunakan masker dan menjaga jarak," paparnya.
Sementara, Ketua Yayasan Izzati Jannah, M. Pebriansyah, S.E, mengungkapkan bahwa dirinya mendukung jalannya pengabdian ini.
“Kegiatan ini sangat baik dalam menambah pengetahuan remaja putri di rumah asuhan, apalagi di rumah asuhan ini jumlah pengasuh masih sedikit dan anak – anak juga lebih sering bercerita dengan teman sebayanya terkait masalah kesehatan reproduksi. Sehingga pelatihan ini bisa menjadi bekal untuk anak – anak kedepannya,” ujar M. Pebriansyah.
Remaja putri di panti asuhan pun menyambut kegiatan ini, hal ini dapat dilihat dari antusias mereka dalam menjadi setiap pertanyaan yang diberikan pemateri. Pada sesi pelatihan stretching mereka juga mengikuti dengan baik setiap gerakan yang ditampilkan. Sebagai kenang-kenangan dari tim, diserahkan juga masker, sabun mencuci tangan, dan makanan untuk bayi. (yos)