Pentingnya Mengenal dan Membasmi Kutu Penyebab Penyakit Skabies

Kamis, 23 September 2021 - 11:55:31 - Dibaca: 669 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

Oleh: dr Suma Pratiwi Tanoto

KESEHATAN  merupakan hal yang paling penting bagi kehidupan manusia, dimana kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan. Salah satu faktor yang berpengaruh besar yaitu faktor lingkungan. Terdapat beberapa jenis gangguan kesehatan pada manusia yang berasal dari lingkungan salah satunya yang disebabkan oleh hewan kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang yaitu hewan penyebab penyakit skabies.

Skabies dari Bahasa latin yaitu Scabere, yang artinya to scratch, atau yang sering dikenal sebagai kudis atau budukan. Penyakit ini merupakan suatu infeksi parasit pada kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var. hominis yang hidup didalam lapisan kulit epidermis. Kutu/Tungau ini dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit secara langsung.

Dalam hidupnya tungau betina akan menggali hingga ke dalam lapisan kulit epidermis bagian atas dan bertelur di dalam lubangnya, setelah itu akan bertelur setiap hari nya dan akan menetas dalam waktu 10 hari. Sedangkan tungau jantan akan hidup di permukaan kulit dan memasuki liang untuk berkembang biak. Tungau ini bukan hanya terdapat di manusia saja, tetapi juga bisa terdapat di hewan seperti anjing atau kucing.

 

Penyakit skabies ini dapat menjangkiti semua orang pada semua ras, umur, dan tingkat ekonomi sosial. Menurut Depkes RI, berdasarkan data dari puskesmas seluruh Indonesia tahun 2008, angka kejadian skabies adalah 5,6%-12,95%. Skabies di Indonesia menduduki urutan ketiga dari dua belas penyakit kulit tersering. Berdasarkan pengumpulan data KSDAI (Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia) tahun 2001 dari 9 Rumah Sakit besar di kota besar di Indonesia, didapatkan sebanyak 892 pasien skabies.

 

Tanda dan gejala skabies adalah adanya tanda burrow sebagai tanda adanya terowongan yang dibuat oleh tungau, tanda ini didapatkan dengan cara mengoleskan tinta ke permukaan kulit yang terdapat lesi, tinta yang dioleskan akan terabsorbsi dan kemudian akan telihat terowongannya, selain itu juga ada papul eritematus atau adanya bintil  bewarna kemerahan, bintil berair atau bernanah, atau luka lecet pada bagian tubuh yang terinfeksi.

Jika terinfeksi tungau ini juga akan disertai rasa gatal yang muncul terutama pada malam hari. Tungau ini paling sering menginfeksi pada bagian sela-sela jari, pergelangan, pusar, bokong dan kelamin.

 

Terdapat 4 tanda khas penyakit skabies ini, yaitu yang pertama adanya rasa gatal terutama malam hari, ini disebabkan dari aktivitas tungau skabies yang lebih tinggi pada suhu lebih lembab dan panas. Yang kedua terdapat pada satu kelompok dimana terdapat keluhan serupa dalam satu rumah atau lingkungan. Tungau ini paling sering menyerang sekelompok orang yang tinggal berdekatan, seperti sebuah keluarga, perkampungan, panti asuhan atau pesantren. Ketiga, jika ditemukan adanya terowongan yang berbentuk garis lurus atau berkelok. Yang keempat yaitu jika pada saat pemeriksaan ditemukan adanya tungau skabies. Jika ada 2 dari 4 gejala tersebut, maka disarankan segera konsultasikan diri anda beserta orang yang tinggal dengan anda ke puskesmas atau ke dokter. Apabila dibiarkan, seringkali terjadi infeksi sekunder akibat dari garukan rasa gatalnya.

Selain itu, untuk mendukung diagnosis penyakit ini juga bisa dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menemukan terowongan tungau ini, yaitu bisa dengan cara burrow ink test, uji tetrasiklin dan pemeriksaan dermoskopi. Pemeriksaan ini harus dilakukan oleh seorang dokter.

 

Dalam penatalaksanaan penyakit skabies ini yang pertama kita harus konsultasi ke dokter untuk bisa diberikan krim anti tungau dan anti gatal karena pemakaian krim ini harus sesuai anjuran dokter. Krim ini harus digunakan secara benar dari cara pemakaian hingga waktu pengulangan yang harus dilakukan. Biasanya pengulangan boleh dilakukan setelah 1 minggu setelah pemakaian pertama. Pengobatan skabies ini juga harus dilakukan secara bersama pada seluruh anggota keluarga/teman yang berhubungan erat. Selain dari terapi obat-obatan tersebut, yang juga paling penting yaitu kita harus menjaga kebersihan individu dan lingkungan, mencuci pakaian dan alas tidur dengan air panas dan dijemur dibawah terik siang matahari. Begitu juga untuk karpet, kasur, bantal dan sofa.


Penting bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran penyakit skabies ini. Karena penyakit skabies ini adalah salah satu penyakit kulit yang menular, dimana apabila penyakit ini dibiarkan maka akan memberikan banyak dampak negatif yang dapat mempengaruhi faktor kesehatan, psikologis bahkan mengganggu pekerjaan/aktivitas sehari-hari.

Maka dengan itu, sangat diharapkan untuk kita selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dengan kita dapat mengenal penyakit ini secara cepat, mengikuti pengobatan dengan benar maka penyakit ini dapat diberantas dan memberikan prognosis yang baik. (*)