Pilkades 2020 di Sarolangun Terancam Tak Gunakan E Voting

Rabu, 06 November 2019 - 13:08:00 - Dibaca: 583 kali

Google Plus Stumbleupon


HADINATA/JE
KONFIRMASI: Wakil Bupati Sarolangun, Hilallatil Badri, saat dikonfirmasi wartawan liputan Sarolagun.
HADINATA/JE KONFIRMASI: Wakil Bupati Sarolangun, Hilallatil Badri, saat dikonfirmasi wartawan liputan Sarolagun. / Jambi Ekspres Online

SAROLANGUN- Minimnya anggaran dikarnakan dilakukannya penggurangan,  Pilkades serentak di Sarolangun yang rencananya akan digelar tahun 2020 mendatang, dipastikan tidak akan menggunakan sistem elektronik atau E-Voting seperi tahun 2019 ini.

“Angaran kita ada pengurangan, sehingga biaya untuk pembelian alat tersebut kurang mencukupi. Maka dari itu kita masih memakai sistem manual,” kata Wakil Bupati Sarolangun, Hilallatil Badri.

Meski demikian, rentannya terjadi masalah dalam Pilkades terkait sistem dan tata cara yang manual. Maka dari itu sistem pengamanan yang sangat ketat akan diterapkan pada pilkades tahun 2020 mendatang. “Untuk masalah antisipasi di lapangan terkait masalah yang akan muncul, maka dari itu kita akan perkuatkan keamanan," ujarnya.

Selain itu juga untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan, sosialisasi dan tata cara pemilihan harus dilakukan. Berpedoman dengan peraturan-peraturan yang tertuang dalam Perda dan segala macam yang terkait dalam sistem pemilihan itu sendiri. "Sehinga tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat terhadap pemilihan tersebut ataupun kecurangan," ungkapnya.

Menurutnya, memang untuk kegiatan pemilihan kepala desa (pilkades) yang akan dilaksanakan di tahun 2020 mendatang. Pihaknya akan berupaya agar sebelum pilkades dilaksanakan, ada dana dari pusat terkait pelaksaannya.

"Mungkin siapa tau ada dana dari pusat sebelum pemilihan kades serentak mendatang. Yang jelas kita tetap berupaya semaksimal mungkin dengan apa yang kita laksanakan ini tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (hnd)


--