Setelah 2 Tahun Tertunda, 18 SLB Akan Diakreditasi Tahun Ini

Kamis, 17 Oktober 2019 - 20:49:32 - Dibaca: 518 kali

Google Plus Stumbleupon


Suasana pembekalan Asesor SLB yang digelar BAN-SM Provinsi Jambi pada Kamis (17/10) kemarin di LPMP Jambi.
Suasana pembekalan Asesor SLB yang digelar BAN-SM Provinsi Jambi pada Kamis (17/10) kemarin di LPMP Jambi. / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Setelah tertunda selama 2 tahun yaitu tahun 2017 dan 2018, akhirnya sebanyak 18 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Jambi yang sudah habis masa berlakunya akan segera diakreditasi tahun 2019 ini.

        Hal ini dibenarkan Ketua BAN-SM Provinsi Jambi, H. Mohd. Saleh, SPd, MPd bahwa pihaknya berencana akan mengakreditasi sebanyak 18 SLB tahun ini. Kepastian ini didapat setelah pihaknya mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) antara BAN-SM Pusat bersama BAN-SM provinsi se-Indonesia.

        “Hasil Rapim BAN-SM di Jakarta, maka diputuskan SLB  segera akan dilakukan visitasi tahun ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa dua tahun belakangan ini tertunda, karena insrumen baru belum keluar. Tetapi insya Allah tahun ini akan kita akreditasi,” ujar Saleh saat ditemui kemarin.

        Dikatakan Saleh, kendala yang dihadapai adalah karena pihaknya kekurangan asesor SLB. Saat ini pihaknya hanya memiliki 1 orang asesor SLB, sehingga harus dicarikan solusinya karena tidak mungkin 1 asesor akan memvisitasi 18 SLB.

        “Apalagi dari 18 SLB ini ada 3 jenjang yaitu SD, SMP dan SMA sehingga membutuhkan tambahan asesor baru untuk membantu memvisitasi 18 SLB se-Provinsi Jambi. Makanya setiap jenjang diambil beberapa asesor untuk dilatih jadi asesor SLB,” bebernya

        Makanya pada Kamis (17/10) kemarin pihaknya melakukan pembekalan kepada 12 asesor lintas jenjang dari SD, SMP dan SMA untuk dilatik menjadi asesor SLB untuk mengisi kekurangan asesor SLB yang dihadapi BAN-SM Provinsi Jambi.

        “Jadi 12 orang asesor lintas jenjang ini kita lakukan pembekalan selama sehari. Mereka nanti akan mendapatkan sertifikat yang masa berlakunya hingga 31 Desember 2019 mendatang. Jadi mereka ini diberikan pembekalan untuk visitasi tahun ini saja,” akunya.

        Selain kekurangan asesor diakui Saleh, pihaknya juga memiliki waktu yang sangat mepet sehingga membutuhkan kerja keras semua pihak. Hal tersebut dikarenakan akreditasi 18 SLB ini diputusan diakhir tahun sehingga harus dilakukan dengan cepat.

        “Walaupun dengan berbagai kekurangan yang ada, kita akan tetap menjunjung tinggi professional, terpercaya dan terbuka. Kita akan mengakreditasi sesuai kondisi SLB dan memberikan nilai sesuai hasil validasi, verifikasi dan observasi di sekolah,” tutupnya.

Terkait waktu akreditasi (visitasi) 18 SLB, Saleh belum bisa memastikan karena hal tersebut tergantung BAN-SM pusat. Pihaknya berencana diawal November 2019 visitasi 18 SLB sudah bisa dilaksanakan. (kta)