Udara Tidak Sehat, Dinas Pendidikan Sungai Penuh Keluarkan Edaran Liburkan Siswa

Rabu, 16 Oktober 2019 - 19:37:03 - Dibaca: 1199 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

SUNGAIPENUH - Kabut asap di Kerinci dan Sungai Penuh pada Rabu (16/10), semakin tebal. Bahkan, jarak pandang pun juga makin terbatas. Kondisi ini, tentu membuat kekhawatiran masyarakat, terhadap dampak kesehatan menghirup udara yang dicemari kabut asap.

BACA JUGA: Udara Menghawatirkan, Pelajar SD, SMP dan Ibu Hamil di Kota Jambi Diliburkan

Atas kondisi itu, Dinas Pendidikan Sungai Penuh mengeluarkan surat edaran meliburkan siswa. Surat tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil rapat Kepala Dinas Pendidikan dengan para Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, tanggal 16 Oktober 2019.

Dimana hasil rapat itu yakni, meliburkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) jenjang PAUD, Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dianjurkan untuk belajar di rumah secara mandiri selama 3 (tiga) hari, terhitung dari tanggal 17 sampai 19 Oktober 2019.

Tenaga pendidik dan kependidikan PAUD, TK, SD dan SMP memberikan tugas tambahan/pekerjaan rumah (PR) sesuai ketentuan kurikulum yang berlaku. Selama peserta didik diliburkan, pendidik dan tenaga kependidikan tetap masuk sekolah/kantor. Dan dianjurkan memakai masker, dan kepala sekolah/TU untuk mengantar Presensi kehadiran ke Bidang PTK, Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh setiap hari selama Iibur dimaksud.

Terakhir nenghimbau kepada orang tua peserta didik, agar tetap mengawasi dan mengurangi aktivitas anak diluar rumah.

Hadiyandara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, dikonfirmasi membenarkan bahwa mulai Kamis, siswa - siswi akan segera diliburkan, melihat kondisi kabut asap yang semakin pekat yang mengancam kesehatan pelajar sekolah.

Setelah melakukan koordinasi dengan Dinas LH dan juga berkordinasi dengan Sekda, maka besok segera diliburkan. "sudah di intruksikan Kabid Dikdas untuk diterbitkan surat dan diedarkan,” ungkap Hadiyandra.

Sementara untuk guru-guru, tetap hadir ke sekolah melaksanakan tugas seperti biasanya dan menghimbau kepada pelajar tetap belajar dirumah walaupun sekolah diliburkan. “Untuk guru tetap bekerja seperti biasanya,tetap hadir kesekolah,” tutupnya.(adi)