Mencuri dengan Modus Menipu

Sabtu, 31 Agustus 2019 - 09:51:35 - Dibaca: 1036 kali

Google Plus Stumbleupon


PENCURIAN : Pelaku pencurian dengan modus penipuan, Apriansyah harus berurusan dengan pihak Polisi setelah melakukan pencurian pertengahan Agustus lalu.
PENCURIAN : Pelaku pencurian dengan modus penipuan, Apriansyah harus berurusan dengan pihak Polisi setelah melakukan pencurian pertengahan Agustus lalu. / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Pelaku pencurian dengan modus penipuan, Apriansyah (41) warga Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Pall Merah, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Diamana ia ditangkap setelah melakukan pencurian dengan modus penipuan terhadap salah seorang korbannya di kasawan Pasar Jambi pertengahan Agustus lalu.
Dalam menjalankan aksinya, Apriansyah berpura-pura menuduh korbannya telah memukul dan mencuri tas milik keluarganya. Korban yang tidak merasa curiga akhirnya langsung mengikuti tersangka ketempat yang sepi, kemudian tersangka langsung merampas tas milik korban dan melarikan diri. Atas kejadian tersebut korbannya mengalalami kerugian sebesar Rp 7 juta rupiah.
Kapolsek Pasar Jambi AKP Sandy Mutaqin mengatakan, tersangka mengambil handphone milik korban, ia berdalih untuk jaminan atas tuduhan tersangka. Namun kemudian tersangka menjual handphone tersebut seharga Rp 400 ribu. “Satu Handpone masih ada, satu lagi sudah di jual. Tapi saat diminta menunjukkan siapa pembelinya, tersanga tidak bisa menunjukannya dengan alasan tidak kenal dengan pembeli,” kata AKP Sandy Jumat (30/8) kemarin.
Tersangka sendiri mengaku jika nekat melakukan perbuatan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan sisanya digunakan membeli narkotika jenis sabu. “Belum lamo kalau pake sabu, baru satu tahun terakhir ini lah,” akunya.
Atas perbutannya tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 362 KUHP tentang pencurian dan Pasal 372 KUHP tentan pencurian kekerasaan, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.
Terkaiat aksi penupianya, AKP Sandy masih terus mencari alat bukti untuk menjeratnya dengan pasal penipuan. ”Kalau cukup bukti pasal 378 bisa saja dikenakan,” pungkasnya.(scn)