Reuni Emosional

JUVENTUS VS NAPOLI

Sabtu, 31 Agustus 2019 - 09:41:22 - Dibaca: 1259 kali

Google Plus Stumbleupon


Sarri pelatih Juventus
Sarri pelatih Juventus / Jambi Ekspres Online

Teks foto
Sarri pelatih Juventus

 

*JUVENTUS VS NAPOLI

Reuni Emosional


TURIN- Kondisi Maurizio Sarri tak kunjung membaik. Penyakit Pneumonia membuat Pelatih Juventus itu kerepotan melang Giornata kedua Serie A 2019-2020. Sabtu (31/8) malam, anak asuhnya akan melawan mantan klubnya, Napoli dalam perebutan Scudetto musim ini. Di pekan perdana, Juventus datang dengan hasil dengan positif. Meski tanpa kehadiran Sarri, Bianconeri menang tipis dalam laga tandang menghadapi Parma dengan skor tipis 1-0. Giorgio Chiellini mejadi pencetak gol semata wayang dalam laga tersebut.
Dilansir dari Skysport Italia, Dokter klub Juventus sebenarnya telah mengeluarkan peringatan bagi Sarri untuk tetap berada di bench cadangan sembari melakukan terapi pengobatan. Namun, Sarri tetap membandel. Baginya, pertandingan itu bak reuni 90 menit.
Tidak hanya bagi dirinya pribadi, melainkan mantan striker Napoli Gonzalo Higuain. Ia mengaku akan berada di tepi lapangan dan enggan membuat Cristiano Ronaldo bertanding tanpa arahannya. "Aku tak betah ada di luar lapangan, itu membosankan," ujarnya, Jumat (30/8).
Laga nanti menjadi penuh emosional. Setelah sebelumnya, kapten Napoli Lorenzo Insigne secara terang-terangan menuding kehadiran Sarri di Juventus adalah pengkhianatan. Pernyataan Insigne ada benarnya. Napoli dan Juventus digadang-gadang sebagai kandidat favorit scudetto di akhir musim. Laga nanti akan berjalan dengan tensi tinggi.
Sementara, Napoli juga meraih tiga poin di laga perdana musim ini. Skuad Carlo Ancelotti mendapat gempuran hebat atas tuan rumah Fiorentina. Sempat tertinggal lebih dulu, Insigne menjadi man of the match lewat 2 gol dan 2 assist dan menyudahi laga dengan skor tipis 4-3.
Insigne mengakui, laga Juventus telah menjadi fokusnya. Tiga poin menjadi harga mati. Kendati demikian, ujung tombak Timnas Italia itu membantah duel bersama kuda jingkrak menjadi giornata penentuan scudetto.
"Kami tidak mau gegabah, fokus perhatian kami hanya kepada Juventus. Saya tak mau melayani pertanyaan apakah itu laga memperebutkan scudetto. Tidak, bagi saya. Itu hanya laga biasa. Lawan kami masib banyak," katanya dilansir dari laman resmi Napoli.
"Musim lalu, kami sudah bekerja dengan baik, selain Liga Champions kami harus melewati laga demi laga, saya pikir kami sedang berada di zona teratas," tambahnya.
Musim ini, Napoli terus memperbarui skuad barunya. Pada bursa transfer musim panas, Kostas Manolas dan Hirving Lozano berhasil didatangkan ke San Paolo, kandang Napoli.Keberingasan Napoli bisa saja mengancam skuad Bianconeri yang tidak memiliki wajah baru di starting eleven-nya.
Sang striker Higuain kemungkinaan menjadi target man bersama dua winger lainnya, Cristiano Ronaldo dan Diego Costa. Trisula tersebut tetap dimainkan menunggu nasib Paulo Dybala yang berada di awang-awang hingga batas jendela transfer 2 September mendatang. Sementara, Adrien Rabiot akan menggeser posisi Blaisse Matuidi di sektor pertahanan.
Semua skuad datang tidak dengan kondisi 100 persen. Tiga pemain Juventus, Aaron Ramsey, Marko Pjaca dan Mattia Perin masih menjalani perawatan akibat cedera. Debutan baru Matthijs de Ligt kemungkinan masih dicadangkan dalam debut Serie A-nya. Sementara, Napoli datang dengan skuad penuh yang mereka miliki. Hanya, Arkadiusz Milik yang masih belum fit akibat masalah otot dalam pelatihan.
Jika di era Sarri, pendekatannya lebih berorientasi pada gaya offensif. Namun di tangan Carlo Ancelotti, taktiknya jauh lebih pragmatis. Ia lebih banyak memakai dua gelandang bertahan yang acap kali merobek lini tengah lawan.
Penyerang Napoli Dries Merten menjadi bomber didampingi Insigne, Fabian Ruiz dan Jose Callejon. Mertens tampil impresif, ia mencetak gol di enam penampilan terakhirnya di Serie A. Di lini belakang, Nikola Maksimovic diprediksi turun bersama Giovanni Di Lorenzo. (fin/tgr)