Setelah Dua Tahun Dalam Pelarian

DPO Kejati Ditangkap Dalam Kebun Sawit

Kamis, 29 Agustus 2019 - 13:01:17 - Dibaca: 900 kali

Google Plus Stumbleupon


DITANGKAP : Zainal Abidin, pelaku penggelapan pidusia yang merupakan oknum pengacara buron selama dua tahun akhirnya ditangkap dalam kebun sawit
DITANGKAP : Zainal Abidin, pelaku penggelapan pidusia yang merupakan oknum pengacara buron selama dua tahun akhirnya ditangkap dalam kebun sawit / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) pelaku pengelapan Pidusia yakni, Zainal Abidin warga Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi. Ia ditangkap di perkebunan sawit, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarajambi, Selasa (27/8) lalu sekitar pukul 12.00 WIB.
Asisten Intel Kejati Jambi, Yudi Tria Adi mengatakan, penangkapan Zainal tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) tertanggal 18 Agustus 2016 atas pengajuan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jambi. Dalam putsan itu, Zainal dihukum selama 5 bulan penjara dan denda Rp 1 juta rupiah subsider 1 bulan kurungan. "Dalam putusan tersebut majelis hakim telah mutuskan terdakwa bersalah," katanya.
Sebelumnya, Mejelis Hakim Pengadilan Negri (PN) Jambi menjatuhi hukuman vonis bebas kepada Zainal karena tidak terbukti melakukan pidana yang dimaksud. Pada tuntutan, Jaksa Kejati Jambi menuntut terdakwa selama 8 bulan penjara dan denda Rp 2,5 juta kepada kepada Zainal.
Yudi menyebutkan, Zainal Abidin tersebut telah diintai sejak beberapa hari lalu. Bahkan alamat awalnya yang berada di Kecamatan Paal Merah Kota Jambi telah berpindah. "Kita sempat cek ke Dukcapil tapi sudah pindah alamat ke Muarojambi, setelah kita cek kosong juga," katanya, Rabu (28/8) kemarin.
Yudi menegaskan pihaknya juga mendapat informasi DPO tersebut berada di kawasan Sekernan. Kemudian dicoba melakukan pengintaian, rupanya ia sudah pergi ke arah Tungkal. "Kita koordinasi dengan Satlantas Polres Muarojambi akan melakukan penghadangan di jalan, tapi bocor," sebutnya.
Akhirnya didapatkan informasi jika pelaku yang juga pengacara itu tengah berada di lahan kliennya yang berada dalam kebun sawit. "Di situ kita tangkap pelaku tanpa perlawanan," ucapnya.
Dari kawasan kebun sawit tersebut tim kemudian membawa DPO keluar dengan kondisi jalan tanah merah dan sempat mengalami kesulitan keluar. "Makanya kita sampai pecah ban depan karena jalannya ampun," ungkap Yudi.
DPO tersebut diketahui telah mengalihkan hak kepemilikan kendaraan atau fidusia yang belum lunas masa kreditnya. Yaitu berupa Mobil Toyota Dyna warna merah tahun 2010 dengan nomor polisi BH 8046 GJ. "DPO ini mengajukan kredit ke PT Toyota Finance dengan akad pada 11 Agustus 2010 lalu," ujar Yudi lagi.
Selanjutnya lanjut Yudi, setelah dilakukan akad dan mobil dimilikinya, jadi setiap tanggal 14 Agustus Zainal harus melakukan pembayaran kredit ke PT Toyota Finance. Pada tahun 2011 awal mobil Truk Toyota Dyna tersebut dipindah tangankan kepada kepada Japril. "Zainal memberikan mobil tersebut dan Japril memberikan uang Rp 28 juta," sebutnya.
Kemudian mobil yang belum lunas tersebut digunakan oleh Japril untuk memuat kayu diduga illegal dan ditangkap Dinas Kehutanan Provinsi Jambi 11 Arpil 2019 sehingga mobil tersebut menjadi barang bukti. Ternyata mobil tersebut tidak dibayar bulanannya oleh Zainal, sehingga pihak Toyota melaporkan hak kepemilikan. "Kemudian dilaporkan dan hingga perisidangan," tandasnya. (scn)