Laka Lantas Januari hingga Juli 2019

200 Nyawa Melayang

Selasa, 30 Juli 2019 - 15:27:20 - Dibaca: 676 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

Kerugian Mencapai Rp 3.8 M

JAMBI – Angka kecelakaan di Provinsi Jambi masih tinggi. Dalam kurun waktu Januari hingga 28 Juli 2019 kecelakanan lalu lintas sebanyak 717 kasus. Laka lantas itu sedikitnya menewaskan 200 orang. Baik yang meninggal di tempat kejadian maupun tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Juni mengatakan, selain meninggal dunia, juga ada korban luka ringan (LR) 958 orang. Luka berat 120 orang.

“Kerugian meteril mencapai Rp 3.863.900.000 Miliar,” akunya, saat dikonfirmasi Harian Pagi Jambi Ekspres (29/7) kemarin.

Dari 717 kasus, kecelakaan paling banyak terdapat di Kota Jambi dengan 253 kasus.“Yang meninggal di Kota Jambi 25 orang,” akunya.

Kemudian disusul Muaro Jambi 143 kasus. Meskipun jumlah angka kecelakaan di Muaro Jambi dibawah Kota Jambi, namun, korban meninggal dunia paling banyak terdapat di Muaro Jambi, 31 orang. Disusul Meraingin mencapai 28 orang meninggal. Di Batanghari 23 orang meninggal. Untuk di Batanghari dan Muaro Jambi  kecelakaan paling banyak antara truk batu bara dan pengendara.

Sedangkan kasus kecelakaan paling rendah terdapat di Kabupaten Kerinci sebanyak 3 kasus. 3 orang meninggal dunia, 2 luka berat, 3 luka ringan, kerugian hanya Rp 8 juta. (selengkapnya lihat grafis).

Juni melanjutkan, dari 717 kasus kecelakaan itu, faktor utama disebakan kelalaian pengendara sendiri karena pengguna kendaraan sering kali mamaksakan diri untuk menempuh perjalalan yang cukup jauh.

“Hampir seluruhnya didominasi kendaraan pribadi, kalau kendaraan angkutan cenderung menurun, tapi, angka itu bisa saja berubah, karena setiap harinya akan selalu ada laporan yang masuk jika terjadi kecelakaan,” kata Kombes Pol Juni lagi.

Ditanya apakah ada kecelakan beruntun selama 2019?, Juni mengaku belum menerima laporan terkait kecelakan besar.

“Belum ada, kebanyakan kecelakaan bersenggolan antara pengendara, ada pula yang menabrak kendaraan lain,” akunya.

Masih kata Juni, dari beberapa kasus, sebagian sudah ditindaklanjuti untuk proses hukum. “Itu ada beberpa kasus yang dilanjutkan ke proses hukum,” imbuhnya. Dia menghimbau kepada pengendara baik kendaraan angkutan maupun yang mengunakan kendaraan pribadi untuk waspada dalam menempuh perjalanan.

“Rambu-rambu lalu lintas sudah kita perbanyak di kawasan rawan kecelakakan, jika merasa tidak sanggup untuk meneruskan perjalanan, lebih baik beristirahat, seperti di rumah makan atau pom bensin, jika masih jauh, Polres ataupun Polsek yang dilintasi bisa menjadi alternatif tempat melepas lelah,” tegasnya.

Baru-baru ini (26/7), kecelakaan yang merenggut nyawa pengendara terjadi di kawasan Talang Bakung, Kota Jambi. Mobil truk batu bara warna merah dengan nomor polisi BM 9211 ZU menabrak satu unit sepeda motor Honda Supra dengan nompol BH 2087 MQ yang dikendarai oleh Alvito Ardiansyah Putra. Setelah ditabrak truk tersebut langsung menggilas sepeda motor tersebut hingga rusak parah. Atas kejadian tersebut pengendara motor tewas di tempat.

Melihat kejadian itu membuat warga sekitar berang dan menyerang pengendara mobil batu bara. Tidak hanya itu, warga juga semakin beringas karena diduga kendaraan yang mengangkut batu bara kerap kali melaju dengan kecepatan tinggi. (scn)