Wali Murid Mengeluh Ruang Kelas Tak Layak

Sewa Tanah Bangun Kelas Darurat

Kamis, 18 Juli 2019 - 09:24:32 - Dibaca: 31 kali

Google Plus Stumbleupon


RAPAT: Pihak sekolah dan wali murid sedang rapat (17/7) terkait kelayakan ruang kelas yang dibangun di tanah warga.
RAPAT: Pihak sekolah dan wali murid sedang rapat (17/7) terkait kelayakan ruang kelas yang dibangun di tanah warga. / Jambi Ekspres Online

JAMBI -  Wali murid Kelas II D SDN 205 Kota Jambi melakukan rapat terkait ruang kelas belajar mengajar yang kurang layak, kemarin (17/7). Hal ini dikarenakan kondisi ruang kelas masih dalam tahap pembangunan dan sedikit terbuka.

Wali murid memprotes keadaan ruang kelas yang dinilai kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini karena kegiatan belajar mengajar yang dimulai dari jam 12 siang setelah pergantian dari Kelas V E ke II D.

Rohma, satu diantara wali murid yang menghadiri rapat mengatakan, jika kegiatan belajar mengajar dimulai dari siang, maka, kondisi ruang kelas akan terasa panas dan jika sedang hujan, maka, kondisi ruang kelas akan kemasukan air.

“Karena masuknya siang, nanti anak-anak akan kepanasan dan kebisingan karena dekat kantin dan dindingnya kan juga triplek, apalagi kalau hujan pasti airnya masuk ke kelas,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SDN 205 Kota Jambi, Abdul Hamid, S. Pd mengatakan, pihaknya telah berusaha agar kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana secara serentak. Dia berkoordinasi dengan pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan terkait penambahan bangunan kelas baru.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah, dan Insa Allah September nanti akan terealisasikan,” tuturnya.

Selain itu, Abdul Hamid juga menambahkan bahwa ada penambahan kelas dikarenakan banyaknya jumlah murid dalam satu kelas yang mempengaruhi aspek-aspek penilaian siswa.

“Adanya penambahan kelas ini dikarenakan banyaknya jumlah siswa dalam satu kelas sehingga guru agak kesulitan dalam menilai aspek-aspek penilaian siswa,” katanya.

Abdul Hamid menambahkan pihaknya menyewa tanah untuk penambahan ruang kelas. Pembangunan ruang kelas ini pun juga masih dalam tahap penyelesaian.

“Kami sudah mengajukan proposal kepada pemerintah terkait pembelian tanah untuk ruang kelas, Insa Allah pemerintah merealisasikan secepatnya,” ujarnya.

Dia juga menambahkan kalau ruang kelas tersebut hanya bersifat sementara sebelum adanya sistem rolling kelas dan pembangunan ruang kelas tingkat selesai.

 “Karena ada penambahan kelas lagi, jadi kelas itu hanya untuk sementara sampai pembangunan tingkatannya itu selesai,” tutupnya. (mg1)