Terbakar di dalam Mobil, Jenazah Susah Dikenali

5 Karyawan Bank Tewas Kecelakaan

Minggu, 31 Maret 2019 - 21:47:17 - Dibaca: 1941 kali

Google Plus Stumbleupon


TERBAKAR: Minibus Toyoya Avanza dengan nomor Polisi B 1489 NOZ terbakar hebat setelah bertabrakan dengan truk di KM 7 Jalan Lintas Sumatera, Desa Langling, Kecamatan Bangko, Merangin Senin pagi kemarin (25/03). 5 penumpang tewas yang melaju dari arah Bangko.
TERBAKAR: Minibus Toyoya Avanza dengan nomor Polisi B 1489 NOZ terbakar hebat setelah bertabrakan dengan truk di KM 7 Jalan Lintas Sumatera, Desa Langling, Kecamatan Bangko, Merangin Senin pagi kemarin (25/03). 5 penumpang tewas yang melaju dari arah Bangko. / Jambi Ekspres Online

MERANGIN-Kecelakaan sadis terjadi di KM 7 Jalan Lintas Sumatera, Desa Langling, Kecamatan Bangko, Merangin Senin pagi kemarin (25/03).

Sebuah truk yang melaju dari arah Sarolangun bertabrakan dengan minibus Toyoya Avanza dengan nomor Polisi B 1489 NOZ yang melaju dari arah Bangko.

Saking kerasnya tabrakan itu, mobil Avanza langsung terbakar hingga menyebabkan lima penumpang tewas, sementara 1 korban lainnya menderita luka bakar serius.

Kelima korban tewas itu yakni  adalah Abdul Rozi (43) Kepala Cabang Pembantu BNI Singkut, Doni Irpandi (35) Karyawan BNI, Latifah Ayu (27) Karyawan BNI, Siti Fatimah (25) Karyawan BNI, Imron (33) Karyawan Bank Mandiri.

Sementara korban selamat adalah Doni yang merupakan sopir dari Avanza. Meski selamat, ia mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kepala. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSD Kol Abundjani.

Menurut keterangan Doni,  kejadian bermula pada saat dirinya melihat sebuah mobil truk dari arah Sarolangun menuju Merangin sekitar pukul 06.15 WIB. Saat itu mobil tersebut sudah mengambil lajur kanan jalan. Doni sempat berhenti untuk memastikan, namun karena truk tersebut semakin mendekat, ia berinisiatif membanting kemudi kearah kanan namun benturan tetap tidak bisa dihindarkan.

"Setelah benturan saya sempat pingsan dan terbangun setelah kepala dan sekujur tubuh terbakar, saya sudah pasrah namun setelah saya mencoba mendorong ke arah pintu atas izin Allah pintu terbuka sendiri dan saya berhasil ke luar,"  terang Doni.

Paska tabrakan, mobil Avanza kemudian terbakar hebat. Petugas dari pemadam kebakaran baru berhasil memadamkan api sekitar pukul 08.30 WIB dan kelima jenazah baru bisa dievakuasi oleh petugas sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung dibawa ke RSD Kol Abunjani.

Petugas dari RSD Kol Abundjani awalnya kesulitan dalam menentukan korban sesuai dengan namanya dikarenakan jenazah sudah gosong dan sulit dikenali, namun setelah mendapat petunjuk dari keluarga barulah petugas bisa mendata satu persatu.

Kasat Lantas Polres Merangin, IPTU Adli, mengatakan sopir truk yang belum diketahui identitasnya saat ini masih dalam pencarian karena kabur seusai kejadian dan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.

"Sopir truk saat ini masih dalam pencarian karena kabur sesudah kejadian, anggota akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mencari penyebab pasti terjadinya kecelakaan maut yang memakan 5 korban jiwa tersebut," ujar IPTU Adli.

Kasat Lantas menambahkan dugaan awal kenapa mobil Avanza bisa terbakar adalah percikan api saat kendaraan terseret mengenai tangki bahan bakar yang bocor akibat tabrakan tersebut.

"Dugaan awal kenapa mobil bisa terbakar karena tangki bahan bakar bocor akibat tabrakan dan terkena percikan api akibat kendaraan yang terseret kurang lebih 10 meter, namun untuk lebih jelas lagi tunggu saja hasil pemeriksaan," ungka IPTU Adli.

Sementara Kepala Cabang BNI Bangko, Muhammad Badar, mengatakan seluruh korban akan menjadi tanggung jawab dari pihak BNI karena kejadian pada saat akan jam kerja.

"Akan kita serahkan kepada manajemen pusat, dalam waktu dekat direksi akan datang langsung ke Merangin untuk penanganan lebih lanjutnya," ujar Muhammad Badar

Di bagian lain, pantauan koran ini, suasana tangis pecah ketika masing-masing keluarga menyaksikan satu persatu jenazah dimasukan kedalam peti sekitar pukul 15.00 WIB, karena kondisi jenazah yang tidak memungkinkan jika tidak menggunakan peti dan diangkut menggunakan mobil jenazah.

Jenazah Abdul Rozi dibawa ke kediamannya di BTN Griya Asri Sungai Ulak Bangko, Jenazah Latifah Ayu dibawa keluarganya ke BTN LP Sungai Misang Bangko, Siti Fatimah dibawa keluarga ke Kecamatan Tujuh Koto Kabupaten Tebo dan Jenazah Imron dibawa keluarga ke kampung halaman di Kecamatan Muara Siau Merangin.

 

Sementara Jenazah Doni Irpandi untuk sementara dijaga oleh Ibu Kosnya sembari menunggu keluarga yang sedang dalam perjalanan dari Palembang Sumatera Selatan, yang rencananya akan dimakamkan oleh keluarga di kampung halaman di Palembang. (wwn)