Lantai III Kincay Plaza Dirazia Lagi

'Prostitusi' Terselubung Muncul Lagi

Sabtu, 30 Maret 2019 - 23:25:13 - Dibaca: 3287 kali

Google Plus Stumbleupon


Petugas saat melakukan razia di Kincai Plaza pada Jum'at (30/03) kemarin.
Petugas saat melakukan razia di Kincai Plaza pada Jum'at (30/03) kemarin. / Jambi Ekspres Online

SUNGAIPENUH - Seakan tak ada efek jera, sejumlah kios di lantai tiga Kincai Plaza kembali lagi disekat - sekat seperti kamar oleh pemilik kios. Kamar-kamar itu diduga kembali dijadikan sebagai tempat mesum.

Hal tersebut terbukti pada Jumat kemarin (29/03). Tim gabungan yang terdiri dari Koramil Kota Sungai Penuh, Kapolsek Kota Sungai Penuh, Satpol-PP Sungai Penuh dan Kabid Pasar Kota Sungai Penuh, kembali menemukan hal tersebut saat melakukan razia kios di plaza itu.

Pantauan di lapangan, pada razia yang dimulai pukul 09.00 wib tersebut, satu persatu kios yang ada di lantai tiga dibongkar oleh tim gabungan. Bagi pemilik kios yang tidak berada di lokasi, maka kunci gembok dibuka paksa oleh petugas dengan menggunakan gunting besi.

Dari pemeriksaan tersebut, 60 kios yang ada di lantai 3, tim gabungan masih menemukan sekitar 20 kamar yang sudah disekat dan terdapat kasur, bantal, dan AC yang kuat dugaan dijadikan tempat prostitusi, dan juga belasan kamar remang-remang yang dijadikan room untuk karoeke.

Kamar yang dibuat pemilik kios dari papan triplek langsung dibongkar paksa oleh petugas yang melakukan razia.

Bukan hanya itu saja, bahkan tim gabungan menemukan ratusan botol minuman keras berbagai merek seperti guines, anker, wisky, cointriau, stout, tuak, hingga obat kuat. Usai didata, ratusan miras tersebut juga langsung diamankan.

Wakapolsek Sungai Penuh, Ipda Julisman, dikonfirmasi mengatakan bahwa tim gabungan telah melakukan penertiban untuk yang ketiga kalinya di lantai tiga Kincay Plaza itu. "Penindakan kali ini, membongkar kembali sekat-sekat kamar di dalam kios, yang diindikasi sebagai tempat mesum. Sehingga, semua kita bongkar," tegas Wakapolsek.

Dalam giat ini, sambung Wakapolsek, juga ditemukan ratusan botol minuman keras tanpa izin. Sehingga, langsung diamankan. "Selanjutnya, tim gabungan akan terus melakukan pemantauan di Kincay Plaza. Bahkan, kita akan menambah anggota untuk menjaga kantibmas di Kincay Plaza," ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungaipenuh melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dedi Iryanto, dikonfirmasi membenarkan bahwa pada Jumat pagi, tim gabungan kembali menyisir kios lantai 3 Kincay Plaza.

"Benar, belum lama ini kita telah mengirim surat untuk ketiga kalinya kepada pemilik kios di Lantai III Kincai Plaza, agar membongkar sekat-sekat yang ada di Kincay Plaza," ujarnya.

Giat ini berdasarkan surat teguran tertanggal 21 Maret 2019 tersebut, ditujukkan kepada pemilik Kios yang merupakan tindak lanjut surat teguran tertanggal 4 Maret 2019, yang intinya menegur pemilik ruko di lantai tiga, agar membuka sekat-sekat yang berada di dalam kios.

"Namun surat tersebut tidak dindahkan, makanya kita bongkar paksa," tegasnya.

Diakuinya, bahwa dalam penanganan untuk mensterilkan lantai tiga Kincay Plaza, Dinas Perdagangan Kota Sungai Penuh terkendala oleh belum diserahkannha aset kincay Plaza dari Pemkab Kerinci ke Pemkot Sungai Penuh. "Kalau aset Kincay Plaza sudah diserahkan, maka saya yakin bisa untuk mensterilkan Kincay Plaza," ucapnya.

Jiika nanti kondisi dilantai 3 sudah benar-benar steril dari prostitusi, maka pihaknya berencana, akan melakukan penataan ulang pusat perbelanjaan tersebut. "Jika sudah steril, akan kita tata ulang. Di lantai 3 akan kita buat sebagai lokasi parkir motor, sehingga lokasi parkir disamping plaza ditiadakan. Tentunya, tidak akan terjadi lagi kemacetan di jalan samping plaza," jelasnya.

Bukan hanya itu saja, dilantai 3 juga akan dibuat mushalla sebagai pusat keagamaan. Bahkan, ada majelis yang sudah menawarkan untuk selalu stanbay di mushalla. "Namun keinginan tersebut terkendala oleh peralihan aset dari Kabupaten Kerinci, yang tak kunjung diserahkan ke kita. Sehingga, kita tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari salah seorang pemilik kios di lantai 3 Kincay Plaza, bahwa mereka selama ini di bekengi oleh oknum aparat, yang selama ini berjanji bisa menjamin keamanan di lantai 3 Kincay Plaza. "Namun ternyata, kami dibohongi. Buktinya, semua kamar dibongkar," ujarnya.

Padahal sambung pemilik kios yang tidak mau disebutkan namanya, setiap bulannya mereka telah membayar ke oknum aparat sebesar Rp 200 ribu perkios, dan Rp 100 ribu per cewek yang ada di lantai 3 Kincay Plaza, sebagai uang keamanan. "Dalam 1 bulan, ia mendapatkan uang hampir 11 juta. Namun ternyata, kami dibohongi," bebernya.

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Fikar Azami, mengapresiasi langkah tim gabungan yang telah melakukan razia di lantai tiga Kincay Plaza. "Kita sangat berterima kasih kepada tim gabungan, yang telah membongkar semua kamar dan room karoeke yang ada di lantai 3," ucapnya.

"Ini suatu terobosan baru, karena prostitusi di lantai 3 plaza sudah menjadi keluhan warga sejak beberapa tahun. Tentunya, ini salah satu upaya penyelamatan genarasi muda agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran prostitusi dan minuman keras," tambahnya.

Dirinya berharap kepada tim gabungan, agar razia ini tidak berhenti sampai disini saja. Akan tetapi, untuk terus menjaga agar kondisi di lantai 3 plaza agar bersih dari prostitusi. (adi)