Pemkot Jambi akan Bangun Satu Pasar di Satu Kecamatan

Kamis, 03 Januari 2019 - 18:07:00 - Dibaca: 2540 kali

Google Plus Stumbleupon


PENGECEKAN: Walikota Jambi Syarif Fasha melakukan pengecekan terhadap beberapa aset berupa tanah milik Pemkot Jambi, Rabu (2/1)
PENGECEKAN: Walikota Jambi Syarif Fasha melakukan pengecekan terhadap beberapa aset berupa tanah milik Pemkot Jambi, Rabu (2/1) / Jambi Ekspres Online
JAMBI - Walikota Jambi Syarif Fasha melakukan pengecekan terhadap beberapa aset berupa tanah milik Pemkot Jambi, Rabu (2/1). Ada dua lokasi yang didatangi, yakni kawasan sekitar Bandara Sultan Thaha dan terminal Alam Barajo. Kedua lokasi tersebut direncanakan akan dijadikan sebagai pasar tradisonal.
 
Disampaikan Fasha bahwa pasar pasar yang dibangun tersebut nantinya akan dijadikan pasar representatif milik Pemkot Jambi. “Sehingga bisa dikelola dengan baik dan tidak ada lagi pasar pasar liar,” kata Fasha.
 
Di kawasan Bandara Sultan Thaha, ada tanah milik Pemkot seluas 1 hektar. Nantinya pasar yang dibangun tersebut bisa menampung 200-300 pedagang. “Ada sekitar 1 hektar, itupun sudah terpotong untuk pembangunan bandara. Ini nantinya untuk warga dari Paal Merah dan Jambi Selatan bisa ke pasar ini,” imbuhnya.
 
Pemkot terlebih dahulu sebut Fasha, harus mendesainnya agar tidak menjadi penyebab macet dikemudian hari. 
 
“Sebelum membangun kami akan membuat skema agar lokasi pasar nantinya tidak boleh menjadi sumber kemacetan. Sebab ada salah satu pasar yang tak jauh dari lokasi ini yang membuat mengakibatkan kemacetan. Namun pasar tersebut saya tidak tahu milik siapa karena bukan Pemkot yang mengelolanya,” jelasnya.
Fasha juga mengecek aset berupa tanah milik Pemkot Jambi yang berada di Terminal Alam Barajo. 
 
“Ada sekitar Sekitar 2,1 hektar tanah milik Pemkot Jambi. Nanti ini akan kita komunikasikan dengan Balai Perhubungan. Juga akan dibangun pasar,” ujarnya.
Menurut Fasha ada lokasi eks terminal sijenjang yang juga bisa dijadikan sebagai lokasi pasar. Nantinya jika bisa dibangun, bisa menampung pedagang yang ada di pasar 46. 
 
“Kalau itu saya sudah surati pak gubernur dan meminta agar bisa dihibahkan ke Pemkot Jambi. Sehingga bisa kita jadikan sebagai pasar,” ujarnya.
Dikatakan Fasha, nantinya Pemkot akan membangun satu pasar di satu Kecamatan. Dengan program ini, diharapkan tidak ada lagi pasar liar yang muncul di beberapa titik. “Untuk pembangunannya baru bisa dimulai di 2020 nanti. Kita anggarkan dulu melalui sumber dana APBD dan APBN,” pungkasnnya.
 
(hfz)