Pembangunan Jembatan Rantau Keloyang, Dikeluhkan

Senin, 24 September 2018 - 11:21:04 - Dibaca: 2436 kali

Google Plus Stumbleupon


JEMBATAN: Pengerjaan proyek jembatan di Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat dikeluhkan karena terkesan asal jadi.
JEMBATAN: Pengerjaan proyek jembatan di Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat dikeluhkan karena terkesan asal jadi. / Jambi Ekspres Online

MUARA BUNGO - Pengerjaan proyek jembatan di Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat mendapat sorotan dari tokoh dan warga setempat. Pasalnya, pengerjaan proyek pembangunan jalan dan jembatan di Sungai Batang Pelepat ini terkesan asal jadi.

Mantan anggota DPRD Bungo, H Zen, yang juga tokoh setempat menyoroti pelaksanaan pengerjaan pengecoran abutment (pondasi jembatan) yang terkesan asal jadi. Pengecoran pondasi terlihat banyak kejanggalan yakni tidak rapi dan berlobang. Meski sudah direspon rekanan, namun hanya dengan penambalan di sisi-sisi yang berlobang. "Pengerjaannya sangat asal-asalan. Meskipun sudah dipertanyakan, pihak kontraktor hanya menutup bagian tiang yang kurang cor dengan plaster semen biasa," ucapnya.

Sementara Warjo, salah satu akademisi Tekhnik Sipil mengatakan rekanan tidak bisa serta-merta hanya melakukan penambalan, harus ada uji mutu terlebih dahulu sebelum makin jauh pengerjaan proyek.

Uji mutu, menurutnya, bisa saja dilakukan oleh tim independent atau Dinas PUPR. Jika tidak sesuai mutu, maka kontraktor harus membongkar kembali pondasi tersebut.  "Tidak bisa hanya di tambal, lakukan uji mutu dulu, jika tidak benar maka kontraktor harus bongkar kembali, itukan pondasi yang tentu berpengaruh besar pada kekuatan jembatan nantinya," tegasnya.

Sedangkan pemilik proyek, Lahmudin, tidak bisa dihubungi hingga berita ini diterbitkan. Meskipun nomor handphone yang bisa ia gunakan bernada aktif, tapi Lahmudin tidak menjawab. Pesan singkat yang dikirim pun tidak dibalas.

(ptm)