Diduga Tewas Karena Tenggak Miras Oplosan, Jasad Pemuda yang Ditemukan di TPS

Rabu, 18 Juli 2018 - 07:45:11 - Dibaca: 796 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

MERANGIN - Pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus penemuan jasad pria yang ditemukan di tempat pembuangan sampah yang berada di simpang Tapioka, Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin pada Jumat (13/7) lalu.

Pengungkapan ini bermula dari pihak kepolisian yang sudah mengantongi identitas korban. Diketahui korban bernama Jaka (27).

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya, melalui Kasat Reskrim AKP Sandi Mutaqqin, membenarkan jika indentitas korban yang tewas terbakar sudah diketahui.

"Identitas korban sudah kita ketahui, korban merupakan anak Punk bernama Jaka,” ujar AKP Sandi Mutaqqin saat dikonfirmasi wartawan, kemarin (17/7).

Menurutnya, korban tewas akibat mengenggak Miras Oplosan. Dimana, korban mencapur alkohol dengan obat-obatan.

“Untuk jasad korban sudah di bawa pihak keluarga ke kediamannya," ungkapnya.

Lanjutnya, sedangkan untuk teman korban yang ikut serta dalam pesta miras oplosan dan membuang jasad korban ke tempat pembuangan sampah sudah diamankan.

"Untuk teman korban, dua dari tiga temannya sudah dijadikan tersangka, dan kini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik,"  jelas AKP Sandy Mutaqqin.

Berdasarkan informasi, kejadian penemuan jasad yang sempat menghebohkan masyarakat Pamenang merupakan anak Punk yang berdomisili di Kabupaten Sarolangun.

Sebelum meninggal dunia, jasad bernama Jaka ini bersama teman-temannya pesta miras oplosan di Kabupaten Sarolangun pada Sabtu (7/7) sekitar pukul 17.30 WIB.

Setelah selesai pesta miras oplosan, korban bersama temannya pergi ke Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin dengan menumpangi mobil yang melintas di Jalan Sarolangun-Bangko.

Setibanya di Pamenang, Minggu (8/7), korban bersama rekannya sesama anak Punk, Ipan (27), Dodi (27) serta Nisa (16), kembali melanjutkan pesta miras oplosan.

Malang bagi Jaka, siang itu sekitar pukul 12.00 WIB diduga over dosis dirinya meregang nyawa. Melihat korban mereggang nyawa, ketiga teman korban panik, hingga mereka sepakat menyembunyikan jasad korban di tempat pembuangan sampah yang ada di Simpang Tapioka, Kelurahan Pamenang dan ditinggal kabur.

Beberapa hari kemudian, warga yang kerap berjualan Pecel Lele bernama Sigit (37) tak jauh dari lokasi kejadian, mencium aroma busuk menyengat dari arah tumpukan sampah.

Menduga ditumpukan sampah ada bangkai hewan, Sigit pun membakar sampah dalam posisi tertutup papan triplek tersebut. Tanpa curiga sedikitpun, Sigit lalu pergi menjemput temannya Tupar (58) dirumah, untuk menjaga api agar tidak menjalar.

Setelah tumpukan sampah ini dibakar, ternyata bau yang menyengat tersebut tak juga kunjung hilang. Lantaran penasaran akhirnya Tupar memadamkan api, dan coba mencogkel congkel triplek, yang ada dilokasi sampah.

Sontak Tupar terkejut, ternyata dibalik papan triplek tersebut,  terdapat jasad yang sudah membusuk dan dipenuhi ulat. 

(wwn)