Ajaran Radikalisne Diduga Dibawa dari Luar

Diperiksa Intensif di Mako Brimob, Dua Terduga Teroris Bungo

Sabtu, 09 Juni 2018 - 11:04:57 - Dibaca: 1334 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI – Anggota Densus 88 Anti Teror, Kamis (7/6) sore meringkus dua terduga teroris di Kabupaten Bungo. Penangkapan dilakukan di lokasi terpisah.

Keduanya yakni Muhammad Husdiyanto S alias Ucok, serta Fadli, yang keduanya merupakan warga Kota Muara Bungo, Kabupaten Bungo. Keduanya sempat ditahan di Mako Brimob Detasemen B Pamenang. Namun, kemarin (8/6) keduanya ditahan di Mako Brimob Polda Jambi.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi. Kata Dia, kini keduanya masih menjalani pemeriksaan dari petugas.

‘‘Dua terduga teroris dibawa ke Jambi. Ditahan di Mako Brimob Jambi,’‘ ujar AKBP Kuswahyudi Tresnadi, kepada harian ini, kemarin (8/6).

Menurutnya, Densus 88 masih melakukan pemeriksaan terhadap dua terduga teroris ini. Ini untuk mengungkap keterlibatannya dalam aksi teror termasuk yang dilakukan Enggria Sudarmadi dan Eka Fitria saat menyerang dan membakar Polres Dharmasraya.

‘‘Masih dilakukan pemeriksaan. Hasilnya nanti akan diinformasikan lagi. Pemeriksaan dilakukan Densus 88,’‘ jelasnya.

Dari informasi yang diperoleh, MH diamankan di depan masjid Al Furqon, Simpang Drom, Muara Bungo, usai menjalankan sholat Ashar. Setelah ditangkap, MH dibawa ke kediamannya di Jl. Sri Soedewi Keluraha  Bungo Barat, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

Dari kediamannya, diamankan laptop, busur dan anak panah. Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB Densus 88 kembali menangkap FD di depan masjid Raya Pasar Muara Bungo. FD dibawa ke kediamannya di Kelurahan Tanjung Gedang oleh petugas untuk mencari barang bukti. Saat digeledah ditemukan buku dan pasport miliknya.

Informasi yang dihimpun harian ini, MH diduga merupakan jaringan Khilafatul Muslimin yang menjadi bagian dari Jamaah Anshorud Daulah Khilafah Nusantara (JADKN). Dia merupaka rekan diskusi almarhum Eka Fitra Akbar (salah satu pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya) di Masjid Al Furqon Islamic Center Kabupaten Bungo.

Sementara FD  awalnya merupakan jamaah rutin kajian Ilmiah Salafy As Sunah yang diselenggarakan di Masjid yang sama. Akhirnya Dia juga bergabung dengan kelompok kajian almarhum Eka Fitra Akbar.

Bupati Bungo H.Mashuri meminta masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Menurutnya, tujuan teroris akan tercapai jika masyarakat menjadi panik dan resah jika ada aksi terorisme.

"Tidak perlu takut. Tapi tetap waspada. Jangan biarkan ketakutan menyelimuti masyarakat. Kita percayakan saja kepada aparat kepolisian untuk menangani kasus ini ," ucap H.Mashuri.

Dikatakannya, setelah terjadinya penangkapan teroris beberapa bulan lalu pemerintah Kabupaten Bungo sudah cukup waspada. Berbagai himbauan sudah dilakukan untuk menangkal aksi radikalismen ini.

"Semenjak kejadiam lalu kita sudah himbau masyarakat untuk mengaktifkan pos ronda dan jaga malam untuk antisipasi. Selain itu kita bersama juga menghimbau agar masyarakat segera melapor jika ada gaya orang yang mencurigakan ," tutupnya.

Sementara itu MUI Bungo KH Usman Dung mengatakan pihaknya selama ini sudah cukup waspada. Ia bersama kemenag Bungo juga sudah memantau pesantren dan lainnya jika terjadi penyimpangan ajaran.

"Kita sudah mengawasi seluruh pesantren yang ada di Bungo. Tapi, tidak ada yang kita temui dengan ajaran menyimpang serta radikalisme. Selain itu kita juga sudah mengawasi kelompok pengajian ," ucapnya.

KH Usman mengatakan para terduga teroris yang diamankan tersebut hanya berdomisili di Bungo. Diduga ajaran tersebut didapat pelaku dari luar daerah. Hal inilah yang menjadi kendala untuk mengungkap aksi terorisme.

(pds/ptm)