Pelajar di Batanghari Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Secarik Surat

Kamis, 08 Maret 2018 - 09:55:23 - Dibaca: 568 kali

Google Plus Stumbleupon


GANTUNG DIRI: Seutas tali yang ditemukan di lokasi korban gantung diri. (Inzet) korban saat disemayamkan di rumah duka.
GANTUNG DIRI: Seutas tali yang ditemukan di lokasi korban gantung diri. (Inzet) korban saat disemayamkan di rumah duka. [IST]

BATANGHARI – Wahyu Prasojo bin Suherdi (17), seorang pelajar di salah satu sekolah di kabupaten Batanghari ditemukan tewas gantung diri. Remaja kelahiran Bekasi 11 Nopember 2000, ini ditemukan dengan kondisi tergantung di kebun karet milik warga di Rt 19 Rw 04 Desa Bulian Baru, kecamatan Bathin XXIV.

Salah seorang saksi mata Samini binti Yabu, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya menemukan mayat di kebun miliknya dengan jarak rumah sekitar 50 meter. 

“Sekitar pukul 09.30 WIB tidak sengaja pada saat saya mau menyadap karet dari jauh ada seorang laki – laki dalam keadaan terduduk dengan posisi kaki terlipat, dan badan mengarah ke belakang dengan posisi leher bekas ikatan tali,” tutur Samini.

Dia mengaku saat itu kaget dan tidak tahu akan berbuat apa. Dalam situasi ketakutan, Samini akhirnya pulang dan memanggil Efendi untuk melihat mayat tersebut. 

“Saya berlari ke rumah dan menjemput Efendi untuk melihat mayat itu, dan kami langsung membawa mayat itu ke rumah Saya,” ucapnya.

Samini yang tiap harinya menyadap karet mengungkapkan, dirinya belum pernah melihat ada mayat di dalam lokasi kebun, dan tidak tahu apakah mayat itu bunuh diri atau di bunuh.

 “Saya tidak tahu, yang jelas Saya melihat mayat itu dalam posisi duduk di kebun Saya, lantas Saya lari dan menjemput efendi untuk minta bantuannya,” imbuhnya.

Dari keterangan saksi pula, diketahui bahwa mayat tersebut masih berstatus pelajar. Dia merupakan warga setempat.

Sementara itu, Kapolsek Bathin XXIV Suwondo SH saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada penemuan mayat di RT 19 RW 04 desa Bulian Baru, Kecamatan Bathin XXIV.

Mendapat laporan dari masyarakat, kata Dia,  pihaknya langsung mendatangi TKP dan mengamankan barang bukti berupa dua utas tali tambang warna hijau, 1 utas tali kabel warna merah.

"Kita sudah menghubungi pihak dokter Puskesmas Jangga Baru untuk dilakukan visum,” sebutnya.

Hasil visum diketahui di leher korban ada bekas jeratan tali, kondisi korban sudah kaku. Kemudian pada alat kelamin korban ditemukan cairan sperma, dan tidak ditemuan adanya tanda tanda kekerasan.

Pihak kepolisian kemudian mendatangi rumah duka. Dari kamar korban ditemukan secarik surat yang ditulis korban. Dalam surat itu dituliskan jika dirinya akan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

"Selamat berpisah semuanya, mungkin diantara kalian diriku tidak berguna, mungkin yang lainnya barangkali membutuhkan, ingatlah !!!" tulis Wahyu.

(rza)