Kalau ke Ibu Kota Kabupaten Sendiri, Biayanya Malah Lebih Mahal

Perjuangan Siswa di Pedalaman, Dua Hari Mengarungi Sungai demi Persiapan Ikut UNBK

Minggu, 04 Maret 2018 - 14:46:57 - Dibaca: 1410 kali

Google Plus Stumbleupon


Bersama Lenggang yang juga kepala SMAN 10 Malinau itu, 11 siswa dan 2 guru lain dari sekolah yang dia pimpin tersebut. Berangkat dari Desa Long Alango di pelosok Kalimantan Utara, mereka tengah menuju ibu kota provinsi termuda di Indonesia.
Bersama Lenggang yang juga kepala SMAN 10 Malinau itu, 11 siswa dan 2 guru lain dari sekolah yang dia pimpin tersebut. Berangkat dari Desa Long Alango di pelosok Kalimantan Utara, mereka tengah menuju ibu kota provinsi termuda di Indonesia. / Jambi Ekspres Online

Tanpa internet dan cuma punya satu komputer yang berfungsi, para siswa SMA di pedalaman Kalimantan Utara harus merantau puluhan hari ke ibu kota provinsi. Berbekal beras, cabai, kunyit, dan serai.

FITRIANI, Tanjung Selor

YANG tampak di depan mata hanya gelap yang secara susah payah ditembus lampu senter. Padahal, Sungai Bahau, tempat longboat melaju, terkenal ganas. Banyak giram. Sudah banyak korban.

”Harusnya kami memang menginap dulu di desa terdekat dari Tanjung Selor,” kenang Lenggang Inggi tentang perjalanan berbahaya pada Senin malam (26/2) itu.    

Bersama Lenggang yang juga kepala SMAN 10 Malinau itu, 11 siswa dan 2 guru lain dari sekolah yang dia pimpin tersebut. Berangkat dari Desa Long Alango di pelosok Kalimantan Utara, mereka tengah menuju ibu kota provinsi termuda di Indonesia itu.

Lenggang meminta motoris untuk terus jalan ke Tanjung Selor karena pakaian dan barang bawaan para murid serta guru banyak yang basah. Karena itu, dirasa percuma kalau menginap.

”Jadi, saya minta motoris pelan-pelan saja dengan mengandalkan senter sebagai penerangan,” katanya kepada Radar Kaltara (Jawa Pos Group). 

Tanjung Selor akhirnya berhasil dicapai pada sekitar pukul 21.00 Wita. Setelah melalui perjalanan panjang nan penuh bahaya mulai Minggu pagi (25/2). Hanya agar ke-11 murid SMAN 10 Malinau bisa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK).