Ada Sirkulasi  Udara Tertutup, Penyebab Cuaca Buruk Sepekan Kedepan

Jumat, 23 Februari 2018 - 11:32:48 - Dibaca: 769 kali

Google Plus Stumbleupon


GELAP: Sepakan ini hujan terus melanda di Provinsi Jambi. Ini masih akan terjadi sepekan kedepan pada sore hingga malam hari. Masyarakat diminta waspada angin kencang dan petir.

 
GELAP: Sepakan ini hujan terus melanda di Provinsi Jambi. Ini masih akan terjadi sepekan kedepan pada sore hingga malam hari. Masyarakat diminta waspada angin kencang dan petir.   / Jambi Ekspres Online

 

JAMBI - Saat ini Provinsi Jambi masih dilanda musim hujan. Dari prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi cuca buruk akan melanda Jambi sepekan kedepan.

Ada peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan hujan dengan intensitas lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang. Hal itu berpotensi di seluruh wilayah dalam Provinsi Jambi pada sore hingga malam.

Selamet, Prakirawan BMKG Stasiun Jambi mengatakan, angin permukaan di wilayah Provinsi Jambi umumnya bertiup dari Barat hingga Timur Laut dengan kecepatan 04-30 km per jam. Tinggi gelombang laut di Perairan Timur Jambi berkisar antara 0.2 ssampai dengan 1.2 meter.

“Umumnya angin permukaan bertiup dari arah Barat Laut hingga Timur Laut. Kecepatan 04-34 km per jam,” katanya.

Selamet menyebutkan, Wilayah Jambi akan memasuki masa peralihan musim pada April mendatang. “Perkirakan awal April peralihan musim. Biasanya ada potensi angin kencang dan hujan,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu di dasari oleh ganguan cuaca berupa sirkulasi tertutup (sirkulasi eddy) terbentuk di Barat Sumatera, Selat Karimata, Pulau Sulawesi bagian timur dan bagian timur Pulau Irian.

Konvergensi (pertemuan angin) terbentuk memanjang dari Lampung, sepanjang Pulau Jawa, Pulau Bali dan Nusa Tenggara. Nilai Indeks Cold Surge yang meningkat (+10) mengindikasikan aliran masa udara dari BBU ke wilayah Indonesia signifikan. “Kondisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Provinsi Jambi,” ujarnya

Suhu muka laut di wilayah Indonesia umumnya berkisar antara 27 C 31°C. Anomali suhu muka laut berkisar antara +1.0 +3.0o C Angin gradien di wilayah Sumatera umumnya di dominasi angin baratan dengan kecepatan berkisar antara 05 20 knot. (hfz)