Zola-Cholis, Tolak Usulan Nama Puncak Jokowi

Kamis, 22 Februari 2018 - 11:19:32 - Dibaca: 382 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI –  Usulan pemberian nama puncak Kerinci dengan nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, yaitu, Puncak Joko Widodo dan  tempat perkemahan terakhir pada ketinggian 3.200 mdpl diberi nama Camping Siti Nurbaya juga ditolak oleh Gubernur Jambi Zumi Zola dan Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston.

Zumi Zola mengatakan, pemberian nama itu tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh pemerintah Sumbar.  Meskipun  gunung Kerinci ini  ada di 2  wilayah, Jambi dan Sumatera Barat.

“Tidak bisa. Saya pikir Pak Presiden juga bijaksana untuk menyikapi ini karena ada rasa memiliki dari masyarakat Jambi khususnya di Kerinci,” tegasnya.

Dia kembali menegaskan bahwa tidak setuju dengan usulan yang diasmpaikan para pegiat pariwisata Sumatera Barat dan Sekretariat bersama pendakian Kerinci Solok Selatan itu.

“Saya tidak setuju,” tegasnya.

Senada dengan Gubernur Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston juga menolak jika puncak gunung Kerinci diganti nama menjadi puncak Jokowi. 

“Tidak bisa, Kerinci itu merupakan wilayah Provinsi Jambi dan tidak ada hak bagi siapapun untuk mengeluarkan Perda atau apapun untuk wilayah lain,” katanya. 

Syukran, Pendiri Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) IAIN Kerinci meminta kepada pihak terkait seperti Disporabudpar Kerinci, Dewan dan Bupati, untuk secepatnya mengambil tindakan.

“Pihak terkait harus secepatnya bergerak untuk menolak puncak Kerinci diganti dengan nama puncak Joko Widodo, ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Menurut Syukran, kelompok pecinta alam tidak terlalu mempersoalkan pembukaan jalur pendakian baru dari Solok Selatan. Ia menilai Kabupaten Kerinci masih bisa bersaing agar pengunjung lebih memilih lewat Kerinci dibandingkan Solok Selatan.

“Namun kalau mengganti nama, ini artinya ada upaya dari Solok Selatan untuk menghilangkan nama gunung berapi tersebut dari nama Gunung Kerinci. Bisa jadi kalau ini dibiarkan, lama kelamaan bukan Gunung Kerinci lagi namanya, akan berubah menjadi Gunung Berapi Joko Widodo,” pungkasnya.

(nur)