Minta Berkas Penetapan Tersangka Dicabut, Kasus Tabrakan Maut Bupati Bungo

Senin, 12 Februari 2018 - 13:09:35 - Dibaca: 542 kali

Google Plus Stumbleupon


KEBERATAN: Siswandi, sang sopir mobil Xenia yang terlibat Laka Lantas dengan mobil Bupati Bungo, saat terbaring di kasur di rumahnya.
KEBERATAN: Siswandi, sang sopir mobil Xenia yang terlibat Laka Lantas dengan mobil Bupati Bungo, saat terbaring di kasur di rumahnya. [MUNASDI/JAMBIEKSPRES]

MUARATEBO - Siswadi (33) sopir Xenia dalam kasus Laka Lantas antara mobil Xenia BH 1504 AN dengan mobil Bupati Bungo yang menewaskan 2 orang penumpang, ditetapkan tersangka. Namun, pihak keluarha meminta penetapan tersangka itu dicabut.

Ini disampaikan salah satu pihak keluarga Siswandi,  Partini (38). Dia mengaku keberatan atas penetapan tersangka terhadap adiknya tersebut. Karena, keluarga korban yang meninggal sudah mau berdamai dan tidak minta ganti rugi.

"Korban yang lain sudah pasrah semua karena ini musibah, mereka juga tidak menuntut atas kasus ini. Kami minta pihak kepolisian Polres Tebo untuk mencabut berkas penetapan tersebut," pinta Partini. 

Selain itu, dirinya juga menyatakan bahwa Bupati Bungo, Mashuri sudah memberikan bantuan dan jaminan berobat selama 1 tahun, serta menganggap semua korban sudah seperti keluarganya sendiri. Bahkan pada saat mau rujuk ke Jambi, Sekda Bungo sempat minta kasus ini dihentikan.

"Inilah alasan kami untuk menghentikan kasus ini, karena kami (korban) maupun Bupati Bungo sudah seperti keluarga," jelasnya.

Sementara itu, Siswadi sopir Xenia bercerita bahwa kejadian yang sebenarnya adalah bahwa  pada saat itu ia memang ingin mendahului sebuah mobil Truck yang ada di depannya sambil memberikan tanda. Namun, mobil Patwal Bupati Bungo tetap melaju kencang, dan sebelumnya ia dan penumpang lain mengaku sama sekali tidak mendengar ada suara sirine Patwal.

Setelah berpas-pasan, mobil Patwal langsung menghindar, kemudian mobil Bupati Bungo yang ada dibelakang mobil Patwal langsung menghantam mobil yang ia bawa dan terjadilah laka lantas tersebut.

"Itu lah kejadian yang saya ingat, dan yang perlu diketahui bahwa mobil saya ini bukan Travel seperti yang di tulis di berita-berita," ungkap Siswadi di kediamannya.

Siswadi saat ini masih menderita sakit, kondisi ayah satu anak yang merupakan tulang punggung di keluarganya ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, ia sangat sulit bergerak ke kiri dan kanan, karena mengalami patah pinggang. Semantara, 9 penumpang yang selamat saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

(bjg)