Warga Siaga, Provokator Diproses, Kapolda Langsung Turun ke Jangkat

Senin, 29 Januari 2018 - 11:32:16 - Dibaca: 880 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Konflik soal penyerobotan lahan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang berada di kawasan Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, oleh perambah dari luar masih dalam upaya mediasi. Warga setempat meminta provokator yang sudah diamankan untuk diproses hukum.

 

"Kami posisinya menjaga wilayah kami dari perambah. Kami menjaga lahan daerah kami" Hasan Muhammad - Tomas Renah Alai

 

Hasan Muhammad, tokoh masyarakat Desa Renah Alai, saat dikonfirmasi menyebutkan, saat ini warga desa masih  siaga dan tidak ada yang berpergian ke kebun sendirian.

"Kita disini masih siaga. Semuanya berkumpul di desa. Anggota polisi ada juga yang jaga,’‘ ujar Hasan Muhammad, kepada wartawan kemarin (28/1).

Dia juga meminta kepada pihak kepolisian dan pemerintah untuk memperhatikan secara serius persoalan ini. Pasalnya, jika tidak besar kemungkinan bentrok akan pecah.

"Jadi ini harus jadi perhatian. Kami posisinya menjaga wilayah kami dari perambah. Kami menjaga lahan daerah kami,’‘ katanya.

Dia dan seluruh warga Desa Renah Alai meminta provokator yang sudah diamankan yakni Azhari,  untuk diproses secara hukum. ‘‘Kalau tidak diproses, kami tidak bisa tenang. Dia seperti hantu bagi kami. Selalu mengganggu keamanan. Dia selalu masuk ke kawasan kami dengan mengerahkan massa,’‘ sebutnya.

          Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi, menyebutkan, untuk menangani kasus ini, Kapolda Jambi, Brigjen Pol Muchlis AS langsung turun ke Desa Renah Alai.

          ‘‘Kapolda langsung turun. Tadi ada didampingi pejabat utama juga,’‘ ujar AKBP Kuswahyudi Tresnadi.

          Selain itu, kata Dia, kasus ini juga dibackup langsung oleh Polda Jambi. Ratusan personel juga sudah dikerahkan. Mereka dari Brimob Detasemen B Pamenang dan personel Polres Merangin.

          ‘‘Polda Jambi, membackup kasus ini,’‘ sebut mantan Kapolres Tanjab Barat, ini.

          Terpisah, Kabag Ops Polres Merangin Kompol Wirmanto, menyebutkan, pihaknya masih mengamankan provokator yang diamankan warga padaSabtu (27/1) lalu. Proses pemeriksaan masih berlangsung.

          ‘‘Masih ditahan dan diperiksa. Rencananya juga akan ditangani Polda Jambi. Mengingat di Merangin ada agenda besar (Pilkada,red). Kemudian juga menimbang ini merupakan isu nasional,’‘ kata Kompol Wirmanto. 

          Dia juga meminta kepada masyarakat Desa Renah Alai untuk menahan diri. Serahkan proses kasus ini kepada pihak kepolisian.

          Informasi yang diperoleh harian ini, tadi malam (28/1) unsur Forkompimda Provinsi Jambi menggelar rapat di Polres Merangin. Ini dilakukan terkait dengan konflik penyerobotan TNKS tersebut.

Bupati Merangin H Alharis didampingi Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya dan Dandim sehari sebelumnya sudah langsung turun ke lokasi sekitar pukul 18.00 WIB (27/1). Langsung menenangkan kondisi yang mencekam.

‘‘Masyarakat sudah mengamanakan pihak-pihak yang melakukan perambahan dan akan di ambil alih oleh Polres untuk ditindak secara hukum,’‘ kata Al Haris.

Al Haris menghimbau masyarakat Desa Renah Alai untuk tetap tenang dalam menjaga hutan. ‘‘Silahkan masyarakat penduduk kawal wilayah sebaik mungkin,’‘ sebutnya.

          Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu lalu ratusan warga Desa Renah Alai dengan dilengkapi senjata tajam jenis parang dan tombak serta senapan angin mengepung ratusan perambah di dalam hutan.

          Mereka tidak terima dengan aksi perambah yang masuk ke wilayah mereka. Bahkan, bentrokan nyaris pecah. Beruntung pihak kepolisian dan TNI cepat turun ke lokasi. Dari aksi ini, warga berhasil mengamankan tiga provokator. Diantaranya, Azhari, Indra dan Maardi. 

(pds)