Petani Karet Muaro Jambi Menjerit, Harga Tak Sebanding dengan Harga Bahan Pokok

Senin, 22 Januari 2018 - 11:33:28 - Dibaca: 400 kali

Google Plus Stumbleupon


NYADAP: Petani karet di Muaro Jambi tetap menyadap karet untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari, meskipun harga karet belum stabil.
NYADAP: Petani karet di Muaro Jambi tetap menyadap karet untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari, meskipun harga karet belum stabil. / Jambi Ekspres Online

 

SENGETI  - Sejumlah petani karet di Muaro Jambi menjerit. Pasalnya, harga karet sebagai komoditi utama sejak beberapa bulan ini tak lagi setabil. Harga tak sebanding sengan harga bahan pokok.

 Kondisi tersebut dirasakan Samsudin (61), petani karet Desa Sekernan, Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Dia mengatakan, meski harga karet Rp 6000 hingga Rp 7000 per kilogramnya, tak sebanding dengan harga bahan pokok kian merangkak naik.

"Harga karet tak seimbang dengan harga bahan pokok yang sudah meroket dari harga sebelumnya. Misalnya harga beras sudah mencapai 200 ribu rupiah lebih," sampainya.

Lebih lanjut, Samsudin mengatakan bahwa, dirinya berharap agar kenaikan dapat dibantu oleh pemerintah. "Jadi kami berharap paling tidaknya satu hari nyadap karet itu dapat beli segantang Beras," ujarnya.

Sementara itu,  Zulkifli (45), petani karet Desa Sungai Landai, Kecamatan Mestong, juga merasakan kondisi demikian, harga karet tak lagi dianggap bisa menopang kebututan sehari-hari, kondisi ini menjadi parah katanya, harga bahan poko terus melambung. 

“Harga karet Rp 6.500-7.000 perkilo, dan ini rasanya tidak seimbang dengan kebutuhan kita sehari- hari, sementara harga bahan pokok sekarang makin mahal dan kondisi ini benar-benar membuat kami semakin susah," tegasnya.

Untuk diketahui, petani karet tersebut, hanya bisa berharap kepada pemerintah yang bisa membantu kesulitan yang dihadapi mereka. Dan saat ini petani karet muarojambi hanya pasrh dengan kondisi saat ini.

(era)