Reses, Dewan Dinilai Tak Ada Kemajuan

Selasa, 09 Januari 2018 - 10:32:30 - Dibaca: 332 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

KERINCI - Reses bagi anggota Dewan, sangatlah penting. Pasalnya, tujuan reses adalah menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam Pemerintahan.

Namun sayangnya, di DPRD Kerinci, pada masa reses akhir Tahun 2017 ini, terdapat 10 anggota Dewan yang tidak melaksanakan reses. ‘’Masa reses akhir 2017 ini, terdapat 10 anggota Dewan yang tidak melaksanakan reses. Sehingga, anggaran yang telah disediakan tidak bisa digunakan. Hanya 20 orang yang telah melaksanakan reses," ujar Sekretaris Dewan, Adli.

Diakui Adli, pada Tahun 2017 ini pihaknya telah menganggarkan dana untuk reses Dewan lebih kurang Rp 900 juta lebih untuk 2 tahap reses. Dalam setiap kali reses, akan menghabiskan anggaran sebesar lebih kurang Rp 6.300.000. "Jadi, dari 10 Dewan yang tidak melaksanakan reses, dananya tidak bisa diambil, dan akan menjadi silva," ungkap Adli.

Namun, dengan tidak terlaksananya reses oleh 10 Dewan tersebut, mendapat kritikan dari mantan Ketua DPRD Kerinci periode 2009-2014, H Liberty. ‘’Reses bagi setiap Dewan itu merupakan kewajiban. Karena, hal tersebut dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat secara berkala untuk bertemu konstituen pada Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing guna meningkatkan kualitas, produktivitas, dan kinerja DPRD dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta guna mewujudkan peran DPRD dalam mengembangkan check and balances antara DPRD dan pemerintah daerah. Kalau ada dewan yang tidak melaksanakan reses, berarti mereka tidak mau membangun, dan tidak mau kemajuan," ujarnya.

Dirinya juga sangat menyayangkan, adanya dewan yang tidak melaksanakan reses. Pasalnya, reses bukan hanya saja mneyerap aspirasi masyarakat. Akan tetapi, juga hasil study banding keluar daerah selama ini, diterapkan dimasyarakat dapil masing-masing. "Jangan menghabiskan uang negara saja untuk study banding, sementara reses tidak digunakan. Ini kan aneh, saya sangat tidak setuju," tegasnya.

(adi)