Kakek-kakek Cabuli Gadis Belia, Korban Dipaksa dan Diimingi Diberi Perhiasan

Selasa, 09 Januari 2018 - 10:28:30 - Dibaca: 859 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

MERANGIN – Kasus pencabulan terjadi di wilayah hukum Polres Merangin. Kali ini, seorang kakek berusia 57 tahun diamankan. Dia adalah Muchtar. Warga Desa Tanjung Gedang, Kecamatan Pamenang, ini mencabuli gadis belia berinisial JS (15) yang juga warga satu desa dengannya.

Peristiwa ini sebenarnya terjadi pada Agustus 2017. Namun, baru dilaporkan ke Polsek Pamenang Senin 2 Januari 2018. Muchtar ditangkap pada 5 Januari 2018 oleh Unit Reskrim Polsek Pamenang .

"Pelaku sudah kita amankan pada Jumat kemarin, 5 Januari 2018 dan sudah kita mintai keterangan,"  ujar Kapolsek Pamenang, AKP Sampe Nababan, kemarin (8/1).

Berdasarkan keterangan dan informasi yang didapat harian ini, kejadian berawal saat JS sedang menonton TV di rumah Muchtar sekitar pukul 08.00 WIB. Tiba-tiba, Muchtar menarik tangan JS dan diajak masuk ke dalam kamarnya.

Setiba di dalam kamar, Muchtar langsung membaringkan JS di atas kasur dengan cara menekan bahunya. Saat itu, JS tidak berdaya lagi. Muchtar langsung menindih dan mencabulinya.

JS sempat memberontak. Namun, kedua tangan dipegang dengan kuat oleh Muchtar. Parahnya, setelah menggerayangi seluruh tubuh korban, kakek mesum tersebut melakukan onani di depan korban.

Setelah itu, Muchtar mengenakan celananya dan keluar dari kamarnya. Sementara JS Pulang dalam keadaan menangis dan keesokan harinya Muchtar mengancam JS untuk tidak menceritakan kejadian yang dialaminya dengan iming-iming kalung dan cincin.

"Jangan kau omongi yang kemarin tu, besok aku belikan kalung dan cincin," begitu ancaman Muchtar kepada JS seperti diceritakan AKP Sampe Nababan.

Untuk barang bukti yang diamankan, satu kalung perak, pakaian korban dan hasil visum. Pelaku sendiri sudah mengakui perbuatannya. Dia mengaku khilaf.

"Sudah kita amankan BB satu kalung perak, pakaian korban. Sementara, pelaku mengaku khilaf," tandasnya.

Atas perbuatannya, Muchtar dikenakan Pasal 81 ayat 1 atau 2 Junto Pasal 82 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

(cr1)