2017, Tercatat 23 Kasus Positif Rabies di Kerinci

Selasa, 02 Januari 2018 - 11:17:06 - Dibaca: 316 kali

Google Plus Stumbleupon


RABIES: Petugas dari Disbunnak Kwerinci saat memeriksa kesehatan anjing-anjing yang ada di Kerinci.
RABIES: Petugas dari Disbunnak Kwerinci saat memeriksa kesehatan anjing-anjing yang ada di Kerinci. / Jambi Ekspres Online

KERINCI - Meski berbagai upaya telah dilakukan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak)  Kerinci, wabah rabies masih sulit dieliminir di Kabupaten Kerinci. Bahkan Disbunnak Kerinci berbohong soal data rabies pada beberapa bulan lalu, dimana pihaknya mengatakan belum ada ditemukan kasus rabies.

Padahal, menurut data yang berhasil dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, selama Tahun 2017 ini terdapat 23 kasus positif rabies. Dan trendnya justru meningkat Dua kali lipat, dibandingkan dengan kasus positif rabies pada Tahun 2016 lalu yakni hanya ditemukan 11 kasus. "Benar, dari Januari hingga Desember 2017 ini, ditemukan 23 kasus positif rabies. Sementara pada Tahun 2016 lalu, hanya ditemukan 11 kasus," ungkap Kadis Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hamsal Rabit.

Diakui Hamsal, jika sudah meningkat Dua kali lipat kasus rabies, tentunya ini pada dasarnya sudah masuk pada kejadian luar bisa. Hanya saja, untuk sebagai Kabupaten yang statusnya branding wisata, maka tidak berani untuk ditetapkan. "Ini sebenarnya sudah masuk status KLB, hanya saja kita tidak berani untuk menetapkan itu," tegasnya.

Untuk itu, sambung Hamsal, dirinya sangat berharap kerjasama antara masyarakat dan OPD terkait untuk menekan angka rabies dan sama-sama membasmi hewab rabies. "Warga diminta untuk hati-hati dan mengantisipasi, dan juga secepatnya melapor agar secepatnya untuk diberikan tindakan," harapnya.

Menurut Hamsal, Pemkab Kerinci saat ini tidak bisa menyediakan stok obat rabies. Karena obat rabies hanya diperbolehkan distok hanya di Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. "Untuk obat, kita sistimnya mengajukan permintaan ketika sudah ada temuan kasus," katanya.

Terpisah Bupati Kerinci, Adirozal mengatakan, bahwa meskipun statusnya sudah masuk pada Kejadian Luar Biasa, namun Pemerintah Kabupaten Kerinci masih bisa untuk menanganinya. "Sehingga kita tidak menetapkan Kerinci status KLB pada rabies, karna masih bisa ditangani," ungkapnya.

Namun terkait kasusnya yang pada Tahun 2017 ini cendrung meningkat, dirinya meminta kepada Disbunnak Kabupaten Kerinci untuk segera turun kelapangan untuk menertibkan hewan-hewan rabies. "Mungkin saat ini masih banyak anjing liar, untuk itu Disbunnak diminta turun," tegasnya.

(adi)