Baru Dibangun, Bendungan PLTMH Sarolangun Jebol

Rabu, 27 Desember 2017 - 14:55:13 - Dibaca: 507 kali

Google Plus Stumbleupon


JEBOL: Imbas dari debit air Sungai Batanghari meningkat, membuuat bendungan PLTMH yang baru dibangun, jebol.
JEBOL: Imbas dari debit air Sungai Batanghari meningkat, membuuat bendungan PLTMH yang baru dibangun, jebol. [HADINATA/JAMBIEKSPRES]

SAROLANGUN - Besarnya debit air di Sungai Batangasai karna tingginya curah hujan beberapa hari terakhir, membuat bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Wongran yang berada di Desa Batin Pegambang Tambak Ratu, Kecamatan Batang Asai jebol. Data yang berhasil dihimpun awak media dilapangan, saat ini tanggul pada bendungan tersebut mengalami  jebol yang cukup parah, dan perumahan mesin PLTMH nya juga terancam roboh akibat jebol diterjabg debit air sungai Batang Asai.

“PLTMH Wongran ini dibangun pada tahun 2016 lalu saat musim kemarau. Dan beberapa waktu lalu, saat kami kesini, bendungan sudah dalam kondisi hancur, ditambah saat ini musim penghujan, kondisi bendungan semakin parah," kata Tarmizi, tokoh masyarakat setempat.

Dikeluhkannya, proyek tersebut sampai saat ini belum ada manfaatnya dan tidak dapat dinikmati masyarakat, karena pembangunan proyek tersebut gagal total. "Jujur kami sangat prihatin melihat pembangunan Renovasi bendungan PLTMH yang bersumber dari dana Provinsi ini. Karna pembangunannya tidak bisa dirasakan masyarakat setempat," keluhnya.

Semenjak dibangun akunya, sebenarnya kondisi bendungan PLTMH  Wongran tersebut sudah dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, terkesan asal jadi. "Apalagi pada saat musim hujan seperti sekarang ini, air dari hulu sungai Batangasai sangat deras, sehingga bisa mengakibatkan bendungan ini jebol, dan sebelumnya bangunan tersebut sudah pecah karena kondisinya sudah bocor dan rentak," paparnya.

Disampaikannya, pembangunan awal bendungan PLTMH Wongran yang diketahui merupakan proyek Kementrian ESDM tersebut, menelan dana sekitar Rp. 3 Miliar. Namun karna pembangunannya diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), maka kondisinya saat ini sudah rusak parah.

"Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah propinsi Jambi, untuk segera membenahi dan melakukan peninjauan ulang, serta melakukan teguran kepada pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut," pungkasnya.

Untuk diketahui, PLTMH Wongran merupakan langkah pemerintah dalam mengembangkan pembangkit tenaga listrik melalui kekuatan air yang diharapkan dapat disalurkan ke penduduk setempat.

(hnd)