Harga Pupuk di Tebo Mahal

Selasa, 26 Desember 2017 - 11:17:46 - Dibaca: 296 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

MUARATEBO - Pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska dan urea mendadak hilang dipasaran, padahal saat ini adalah jadwal petani sawit untuk melakukan pemupukan.

Salah seorang petani sawit, Hermawan mengaku sudah dua bulan terakhir menunggu kedua jenis pupuk bersubsidi tersebut. "Saya sudah pesan kepada agen langganan saya sejak dua bulan lalu, tapi hingga kini pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska dan urea yang saya pesan tersebut tak kunjung datang," ujar warga Kecamatan Rimbo Bujang ini, kemarin.

Di beberapa agen pupuk lainnya juga tidak ditemukan pupuk bersubsi tersebut, padahal kini sudah memasuki jadwal pemupukan. Menurutnya kekosongan jenis pupuk bersubsidi ini juga pernah terjadi pada awal tahun lalu.

"Karena pupuk bersubsidi tidak ada, dari pada sawit tidak dipupuk terpaksa kita beli pupuk non subsidi, meskipun harganya sangat tinggi yang tentunya tidak sesuai dengan hasil sawit itu sendiri," sebutnya.

Dijelaskannya, selisih harga antara pupuk bersubdi dan non subsidi bisa Rp 135 ribu hingga Rp 150 ribu per saknya. Kalau harga pupuk bersubsidi biasanya Rp 140 ribu per sak, pupuk non subsidi paling murahnya Rp 275 ribu, bahkan bisa tembus sampai Rp 300 ribu per sak.

Dirinya mengaku tidak tahu penyebab sehingga pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan petani tersebut bisa hilang dipasaran. "Saya tidak tahu apa penyebabnya sehingga pupuk bersubsidi bisa lenyap dipasaran, apa memang subsidinya sudah dicabut pemerintah atau ada penyebab lain, itu yang masih menjadi tanda tanya bagi kami sebagai petani," katanya.

Terkait hal ini Pemkab Tebo melalui Dinas Disperindag dan Naker Tebo segera mengklarifikasi kepada Distributor dan pengecer pupuk bersubsidi. "Kita akan segera cek kebenaran berita ini kelapangan khususnya kepada agen dan pengecer pupuk bersubsidi yang ada diwilayah Kecamatan Rimbo Bujang dan sekitarnya," ujar Asmuni, Kabid Perdagangan Disperindag Tebo.

Jika informasi ini benar, akunya, pihaknya akan pertanyakan kendalanya dimana, apa memang tidak dikirim dari pusat atau sudah dikirim dari pusat tapi tidak didistribusikan kepada petani yang berhak menerimanya.

"Jika hilangnya peredaran pupuk bersubsidi ini akibat adanya permainan agen atau pengecer, ini harus ditindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku. Namun apabila kelangkaan ini disebabkan karena memang tidak ada pengiriman pupuk bersubsidi dari provinsi atau pusat kita akan segera koordinasikan dulu dengan instansi terkait lainnya supaya bisa dicarikan solusinya," pungkasnya.

(bjg)