Gunakan Mobil Clasik 1941, Pementasan Drama Kolosal Sulthan Thaha

Selasa, 15 Agustus 2017 - 11:03:40 - Dibaca: 2091 kali

Google Plus Stumbleupon


HUT RI: MACI Jambi dan WJC ketika latihan Drama Kolosal Sulthan Thaha di Lapangan kanor Gubernur Jambi.
HUT RI: MACI Jambi dan WJC ketika latihan Drama Kolosal Sulthan Thaha di Lapangan kanor Gubernur Jambi. [IST FOR JAMBI EKSPRES]

JAMBI - Suasana berbeda terlihat di lapangan hijau Kantor Gubernur Jambi Senin pagi hingga sore. Sejak pagi hingga sekitar pukul 12.00 WIB terdengar suara keributan seperti sedang terjadi perang.

Ketika Harian ini mencoba melihat, ternyata puluhan personel TNI, Komunitas Motor Antik Club Indonesia (MACI) Jambi, dan Wilis Jambi Club (WJC) sedang latihan Drama Kolosal Sulthan Thaha. Drama ini nantinya akan dipentaskan setelah upacara bendera 17 Agustus mendatang.

Ketua WJC Herianto mengatakan, sebanyak 5 unit mobil wilis akan digunakan pada pementasan. Ia mengatakan, hampir setiap tahun komunitasnya diundang untuk turut serta dalam pementasan drama kolosal Sulthan Thaha.

“Ini mobil lawas yang dijunakan belanda pada masa itu,” katanya.

Mobil-mobil lawas yang digunakan itu, berdasarkan keterangan pada BPKB-nya, mulai beroperasi sejak 1941 dan bebrapa unit lainya tahun 1952. 

Dalam drama kolosal Sulthan Thaha, dia besama rekanya berperan menjadi tentara belanda yang memburu para pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Jambi.

Terpisah, Ketua MACI Jambi, Edi mengatakan, sama dengan WJC, nantinya juga akan ada 5 uni motor Birmingham Small Arm (BSA) pada pertunjukan drama kolosal Sulthan Thaha. Sebanyak 150 orang terlibat dalam pertunjukan nantinya. Latihan pemeranan ini sudah dilakukan selama 1 bulan. Dan hanya 2 hari di lapangan hijau Kantor gubernur Jambi. Sebelumnya latihan dilakukan di Makodim 0415 Batanghari.

“Peran kita menjadi pengawal pejabat tentara Belanda,” katanya.

Pementasan Drama Kolosal Sulthan Thaha ini dilakukan untuk mengenang jasa pahlawaan yang telah gugur. Selain itu, juga untuk mengingatkan generasi muda betapa gigihnya pahlawan Jambi dalam melaan penjajah.

(nur)