Yan Ismar: Saya Tak Mau Diperintah Dewan, Terkait Penutupan Cafe PoD

Selasa, 15 Agustus 2017 - 11:02:35 - Dibaca: 2855 kali

Google Plus Stumbleupon


TUTUP: Port of Destination (PoD) Resto & Lounge yang berada di Jalan Kolonel Polisi Mohammad Taher, Pakuan Baru, Jambi Selatan, Kota Jambi - Yan Ismar, Kasatpol PP Kota Jambi.
TUTUP: Port of Destination (PoD) Resto & Lounge yang berada di Jalan Kolonel Polisi Mohammad Taher, Pakuan Baru, Jambi Selatan, Kota Jambi - Yan Ismar, Kasatpol PP Kota Jambi. / Jambi Ekspres Online

 

JAMBI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi mendesak Pemerintah Kota Jambi menutup Port of Destination (PoD) Resto & Lounge yang berada di Jalan Kolonel Polisi Mohammad Taher, Pakuan Baru, Jambi Selatan, Kota Jambi. Desakan Dewan itu karena PoD sudah jelas melanggar aturan, menjual minol tanpa izin dan membandel dari perjanjian yang telah dibuat.

 

Komisi I sudah rapat. Sudah menandatangani surat rekomendasi untuk menutup PoD

Paul Andre - Anggota Komisi 1 DPRD Kota Jambi

 

 Paul Andre, Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi mengatakan, Pemerintah Kota Jambi belum menertibakan PoD karena belum mendapat surat rekomendasi Dewan.

“Komisi I sudah rapat. Sudah menandatangani surat rekomendasi untuk menutup PoD,” kata Paul Andre, kemarin (14/8).

 Paul mengungkapakan, alasan dewan merekomendasikan agar PoD disegel bukan masalah perizinnannya, tapi, tentang membandelnya PoD karena tidak mentaati komitmen ketika rapat berasama pihak pengelola PoD, Dewan dan pihak Eksekutif pada Maret lalu.

“Saat itu mereka sepakat tidak lagi menjual minol karena tidak memiliki izin. Tapi, mereka tetap buka. Jadi, alasan kita bukan perizinan lagi, soal kebandelan mereka,” imbuhnya.

Dengan adanya rekomendasi dewan ini, Pemkot, khususnya Satpol PP, kata Paul, bisa menindak tegas. Jangan hanya pelaku usaha dan masayarakat kecil saja yang berani ditindak.

“Jangan hanya ekonomi lemah yang tidak punya izin yang ditindak. Di mata  hukum, semua masyarakat sama,” sebutnya.

Kata Paul, pihaknya mendesak Pemerintah Kota Jambi segera mengambil tidakan tegas. “Ketika surat rekomendasi kita masuk ke Pemkot, tidak ada lagi alasan mereka untuk tidak menutup,” tegasnya.

Paul menyebut, kondisi saat ini seolah-olah Satpol PP tebang pilih dalam melakukan penertiban. “PoD sudah jelas tertangkap tangan tidak memiliki izin. Kenapa dibiarkan, seolah-olah PoD ini kebal hukum,” ungkapanya.

Kalau PoD ini tidak ditindak dan ditertibkan, sebut dia, kenapa Satpol PP menindak masyarakat kecil lainnya. “Masak semut diseberang kelihatan, gajah depan mata tidak kelihatan,” tutupnya.

Sementara itu, Yan Ismar, Kasat Pol PP Kota Jambi mengatakan, pihaknya tak akan menutup Cafe PoD. Hal itu karena PoD memiliki izin restoran. Jika Pemerintah tetap melakukan penyegelan, kata Yan Ismar, maka, pihaknya bisa dituntut oleh pihak cafe PoD.

“Saya tak mau diperintah Dewan, sebab sekarang PoD tak jual minol,” kata Yan Ismar kemarin.

Dikatakannya, terkait dengan kesepakatan yang telah disepakati saat rapat dengan DPRD beberapa waktu lalu, Yan mengaku tak tahu. “Yang datang Staf Saya, harusnya Saya. Dan kenyataan sekarang tidak jual minol,” sebutnya.

Yan mengaku, saat ini pihaknya terus memantau kegiatan cafe PoD, jika nanti terbukti menjual minol, barulah akan dilakukan sansi tegas. “Kalau didapatkan terbukti masih jual minol, baru kita tindak. Kita segel,” pungkasnya.

(hfz)