2 Warga Jambi Terseret Ombak di Babel, Saat Berlibur di Pantai Matras Sungailiat

Senin, 07 Agustus 2017 | 11:45:32 WIB | Dibaca: 621 Kali

JPG
DIEVAKUASI: Korban yang terseret arus di Pantai Matras Sungailiat saat dievakuasi ke rumah sakit Medika Stania Sungailiat Minggu kemarin (6/8).

SUNGAILIAT – Dua kakak beradik asal Jambi Adelia (13) dan Febriansyah (11), mengalami peristiwa naas di Bangka Belitung (Babel).

Keduanya tenggelam di perairan Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel),  tepatnya di Pantai Matras Sungailiat. Kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB Minggu sore (6/8) kemarin ketika beberapa pengunjung mandi di daerah depan musholla Pantai Matras Sungailiat.

Cuaca yang memang sedang angin kencang membuat ombak tampak besar di Pantai Matras, sama halnya dengan situasi perairan Pantai Bedukang yang menelan korban tenggelam Jumat malam lalu. 2 pengunjung yang asik mandi kemudian secara tak sadar agak ke tengah. Tanpa disadari keduanya terseret ke tengah hingga terlihat meminta pertolongan ke pengunjung lain.

‘‘Ombak memang sedang besar, mereka mandinya agak ke tengah. Keliet ngelambai tangan jadi orang-orang spontan nolong. Banyak yang nolong tadi, termasuk ibu-ibu itu,’‘ kata salah satu mahasiswa KKN UBB Matras di Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat.

Keduanya diketahui sedang berlibur ke Bangka ke tempat keluarganya di Puding Besar dan bermaksud menikmati keindahan Pantai Matras Sungailiat.

Salah satu yang melakukan penyelamatan, Hj. Fitriani istri dari almarhum H. Sakinawa dari tim  Emas Diving Babel ikut dilarikan ke rumah sakit karena sempat pingsan akibat kelelahan hendak menolong korban. Sedangkan untuk kakak beradik yang pertama kali diselamatkan adalah Febriansyah lalu giliran Adelia.‎

Setelah berhasil diselamatkan langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil pick up milik Hj. Fitriani yang memang relawan untuk kegiatan SAR  air bersama Febriansyah. Sedangkan Adelia dibawa menggunakan mobil pick up oleh Mahasiswa KKN UBB di Lingkungan Matras.

Sesampai di rumah sakit ketiganya mendapat perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat. Beruntung ketiganya berhasil diselamatkan hanya tampak lemas karena kebanyakan meminum air laut dan kehabisan oksigen. Kondisi agak parah dialami Febriansyah yang harus diberikan infus.

Sedangkan Hj. Fitriani yang akrab disapa Ibu Sakinawa tampak sudah mulai berangsur stabil kondisinya.

Kepada wartawan Ibu Sakinawa menuturkan, kejadian waktu itu usai sholat ashar yang mana ia sedang duduk seperti biasa tidak jauh dari musholla.

‘‘Dak lama habis ashar tuh kedenger orang teriak minta tolong. Langsung la spontan berlari ke pantai. Sempat bolak balik lagi pantai ke darat, darat ke pantai ambil alat. Korban tuh bedua la di tengah timbul tenggelam,’‘ cerita ibu Sakinawa.

Ia sempat melihat Adelia berpegangan kepada Febriansyah seperti berpelukan. Setelah itu ia tidak lagi bisa mengetahui situasi karena pusing akibat kelelahan hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.‎

Orang tua perempuan korban tenggelam sempat menyatakan, kedua anaknya sudah diminta untuk berhenti berenang karena hendak melanjutkan perjalanan ke Pangkal Pinang. 

Namun kedua anaknya yang sedang asik berenang ini masih terus bermain hingga tanpa diduga mengalami kejadian yang hampir merenggut nyawanya.

Sampai berita ini diturunkan ketiga korban dalam peristiwa tenggelam masih dirawat di Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat. Korban disarankan untuk rawat inap karena tampak kondisinya lemas serta kedinginan. Di rumah sakit tampak hadir melakukan pemantauan Lurah Matras, Kasat Polair Polres Bangka serta kerabat korban.

(trh)