Kemarau, 330 Hektar Padi Gagal Panen

Sabtu, 06 Oktober 2012 - 00:00:38 - Dibaca: 2586 kali

Google Plus Stumbleupon


GAGAL: 330 hekater padi di Tanjab Timur gagal panen akibat kemarau yang berkepanjangan. [FAUZI/JAMBIEKSPRES]
GAGAL: 330 hekater padi di Tanjab Timur gagal panen akibat kemarau yang berkepanjangan. [FAUZI/JAMBIEKSPRES] / Jambi Ekspres Online

MUARASABAK - Kadis Pertanian Tanjab Timur, Ahmad Maushul mengungkapkan sebanyak hampir 330 hektar areal sawah gagal panen akibat musim kemarau tahun 2012. ‘’Yang gagal panen tersebut adalah gabungan hasil sawah dari swadaya masyarakat dan program pemerintah,’’ ujarnya.

Menurutnya, walaupun terjadi padi gagal panen, tapi telah ada dana bantuan bagi masyarakat yang sawahnya mengalami gagal panen. Bantuan tersebut adalah pemberian uang tunai Rp 3,7 juta per hektar sawah yang diberikan kepada kelompok tani. "Tapi kami akan kawal pemberian bantuan itu agar tidak disalahgunakan,’’ tegasnya.

Bantuan yang akan diberikan, lanjutnya, terlebih dahulu akan dicatat berapa kelompok masyarakat yang mengalami sawah gagal panen, baru setelah itu diajukan ke Disperta Provinsi Jambi."Nantinya akan ada bantuan penggulingan padi fuso,’’ katanya.

            Mengenai daerah yang mengalami gagal panen? Dia mengatakan Kecamatan Rantau Rasau, Berbak dan Nipah Panjang adalah tiga daerah yang mengalami gagal panen. ‘’Ada sekitar 18 kelompok tani didaerah tersebut yang mengalami gagal penen,’’ jelasnya.

            Selain itu, lanjutnya, selama kurun waktu empat tahun terakhir, sebanyak 5 ribu hektar hilang akibat alih fungsi lahan di Tanjab Timur. Setiap tahunnya tercatat empat persen lahan sawah hilang. ‘’Dari 30 ribu hektar lahan sawah yang kita miliki, tiap tahun 1200 hektar sawah hilang,’’ tandasnya.

(yos)