Galian Sumur Warga Muncul Gas

Jumat, 05 Oktober 2012 - 23:53:34 - Dibaca: 3039 kali

Google Plus Stumbleupon


GAS: Sumur warga RT 04, Desa Bernai Dalam Kecamatan Sarolangun mendadak muncul Gas yang bisa terbakar api. [ HAMZAH/JAMBIEKSPRES]
GAS: Sumur warga RT 04, Desa Bernai Dalam Kecamatan Sarolangun mendadak muncul Gas yang bisa terbakar api. [ HAMZAH/JAMBIEKSPRES] / Jambi Ekspres Online

SAROLANGUN - Sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, warga RT 04, Desa Bernai Dalam Kecamatan Sarolangun dihebohkan dengan galian sumur milik Saripan (45). Pasalnya, setelah digali dengan kedalaman 5,20 meter, mendadak muncul gas yang bisa terbakar api.

Bahkan baunyapun persis seperti bau air comberan yang keluar dari lubang sumur. Warga setempat juga sempat membakar gas tersebut dengan lilin yang dibakar lantaran penasaran. Tak pelak lubang sumur itupun sempat meledak namun aliran gas tetap muncul dari dasar sumur. ‘’Pertamanya mendengar bunyi gemuruh dari dasar sumur saat digali dibagian dasar sumur. Lama-lama baunya kok bau air comberan,’’ kata Saripan pemilik sumur.

Setelah itu, terang Saripan, salah satu rekanya yang membantu gali sumur bernama Mirto (45), bergegas keluar dari sumur melalui tangga dan memberitahukan kepada warga setempat dan pihak terkait. ‘’Tadi juga sempat di tes pakek lilin lalu meledak. Dan air yang ada di sumur itu sengaja kami masukkan karena ingin melihat sumber gas yang keluar,’’ tambahnya.

Salah seorang dari pihak BWP Meruap, Nanang Sugianto petugas HSE setelah melakukan pengecekan dengan alat beranam Gas Detektor mengakui kanduangan yang berada didalam sumur tersebut mengandung Hidro Karbon CH4 sebanyak 24 persen.

            ‘’Tadi seperti yang kita lihat itu adalah CH4 atau Gas Metan. Dan bisa terbakar jika titik suhu panasnya mencapai 30 derajat keatas,’’ kata Nanang.

            Kapastitas gas yang keluar dari sumur itu lebih tinggi dari udara yang hanya 21 persen. Untuk sementara terang Nanang karena pihaknya hanya sifatnya membantu hanya merekomendasikan untuk sementara agar memberi pintilasi yang lebi tinggi.

            ‘’Untuk sementara kami rekomendasikan untuk memberikan pentilasi yang lebih tinggi dan kandungan gas yang keluar dari sumur itu masih bisa toleransi karena masih kecil,’’ tambahnya.

            Sementara itu, Kadis ESDM Sarolangun, Aslami MZ, di lokasi kemarin menyebutkan, penemuan hal seperti ini tak pernah terjadi di Sarolangun dan baru kali ada warga yang sedang gali sumur menemukan gas. ‘’Ya selama ini belum pernah terjadi di Sarolangun. Ini tidak bahaya dan merupakan salah satu sumber daya alam,’’ katanya.

            Ditanya bagaimana untuk tindakan selanjutnya, diakuinya itu nanti akan dikaji, hanya saja tindakan untuk sementara tindakan preventif yang dilakukan untuk menghindarkan hal yang tidak diinginkan lokasi sumur tersebut di pagar dan di police line agar warga tidak mendekat apa lagi anak-anak untuk menghindarkan dari hal yang tidak diinginkan. ‘’Nanti setelah ini kami akan kaji bagaimana untuk mengatasinya dan jika potensinya tinggi dan maksimal harus di exsplorasi nanti akan dikaji,’’ sebutnya.

            Kepada pihak Desa Aslami juga akui sudah memberi himbauan melalui kepalda desa agar warga tindak mendekat kelokasi sumur apa lagi anak-anak untuk menghindar hal yang tidak diinginkan.

(zha)