Korban Tewas Bertambah

Jumat, 05 Oktober 2012 - 10:09:09 - Dibaca: 2170 kali

Google Plus Stumbleupon


Ledakan :Korban semakin bertambah
Ledakan :Korban semakin bertambah / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Korban tewas dalam insiden kebakaran di lokasi kebocoran pipa minyak pertamina di Jalintim Palembang-Jambi, KM 203, RT 12, RW 01, Srimaju, Kelurahan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin,  bertambah.

                Setelah Rabu kemarin (03/10) lima warga dipastikan tewas, kemarin (4/10) sekitar pukul 02.00 Wib giliran Sauri (40),  korban yang dirawat di RS Mayang Medical Centre (MMC) yang menghembuskan nafas terakhir.

‘‘Saat dibawa ke IGD kondisinya sudah kritis. Namun setelah kita lakukan pertolongan kondisinya sempat membaik dan kita pindahkan ke ICU untuk observasi,’‘ jelas Muhandri, Ketua Tim Perawat IGD Rumah Sakit MMC Jambi, saat dikonfirmasi Kamis (4/10).

Muhandri menambahkan, upaya yang telah mereka lakukan untuk menyelamatkan nyawa korban seperti memasang alat bantu pernafasan, pengembalian cairan tubuh, pemasangan infus, dan intubasi.

‘‘Korban mengalami luka bakar 95 persen yang cukup parah pada bagian leher dan dada. Meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB tadi pagi,’‘ katanya.

Selain itu,  seorang pasien bernama Joni (12) kini dirawat intensif di ICU. Sebelumnya Joni dirawat di ruang UGD.

Salah seorang petugas informasi RS Bratanata mengatakan saat ini korban yang masih di Rawat di RS Bratanata adalah Rokiah (25) dirawat di ruang Cemara, Sal Wanita. Bersama Rokiah dirawat dua orang wanita lainnya. Kemudian di ruang Cendana dirawat korban lima orang korban, yakni Paldianto (32), Karto (40), Arzandi (33), Sukri (23) dan Arbo (50). Sementara itu di Ruang ICU dirawat Joni dan di ruang Kenari, tepatnya diruang isolasi dirawat Aprilazi (13).

Sementara itu kemarin (4/10) siang dilakukan proses otopsi terhadap tiga jenazah yang ditemukan terpanggang dilokasi kejadian. Dalam otopsi yang digelar di RS Bhayangkara Palembang tersebut melibatkan tim dokter dari Dokkes Polda Sumsel serta tim dokter forensik RS Muhammad Husein Palembang.

‘‘Otopsi sudah selesai, hanya saja kita masih membutuhkan data pembanding dari keluarga. Ini untuk memastikan identitas masing-masing jenazah, data tersebut bisa berupa ciri fisik, foto dan sebagainya,’‘ kata Dirut RSUD Bayung Lencir Dr Joko Satria kepada Sumatera Ekspres.

Bagaimana jika tidak cocok atau tidak ditemukan yang cocok?Jalan terakhir dengan melakukan tes DNA. ‘‘Nah, pihak keluarga baru bisa mengambil Jenazah kalau sudah dapat izin polisi setelah memastikan identitasnya, maka dari itu saya sudah menyampaikan ke kadus (RT) untuk menghubungi pihak keluarga agar ke Palembang guna menyerahkan data pembanding tersebut,’‘ kata Joko.

Di bagian lain, Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto, mengatakan,  Kasus Penjarahan Minyak di Sumsel dan Jambi sudah sering dilaporkan ke pihak Kepolisian. Namun sampai saat ini otak dari penjarahan minyak tersebut belum tertangkap.       

Selain itu, kasus penjarahan di Kilometer 219, Kecamatan Bayung Lencir, sudah ditangani pihak Polres Muba. Menurutnya Pertamina telah melapor ke Polres Muba sebagai korban.

Agus juga mengaku sebelumnya kasus penjarahan minyak di Sumsel dan Jambi telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun sayangnya Agus tidak mengetahui secara rinci kapan kasus tersebut dilaporkan.

“Ada laporannya di Jambi dan di Muba. Sudah sering kita laporkan,” ujarnya.

Namun kata Agus, sampai saat ini otak dari pelaku penjarahan belum tertangkap. “Waktu ditangkap polisi, hanya ketemu barang bukti di lokasi. Sedangkan pelakunya lari,” ujarnya.

“Di Simpang Telkom, Muba Juli 2012 pernah dilakukan penggrebekan. Sopir mobil pembawa minyak hasil jarahan berhasil ditangkap. Seharusnya dilacak lagi, siapa pemilik truknya, pemesan minyak siapa, tapi sampai sekarang belum tertangkap,” katanya.

Dikatakannya dengan adanya kejadian di Bayung Lencir ini diharapkan aparat penegak hukum tergerak untuk mengamankan oknum yang melakukan pencurian dan penjarahan minyak mentah milik pertamina. Selain itu masyarakat juga diharapkan tergerak untuk melaporkan pencurian dan penjarahan minyak tersebut.

“Kejadian ini momentum agar aparat mengamankan pencurian dan penjarahan minyak dan masyarakat tergerak untuk melaporkannya,” ucapnya.  

(cr4/kur)