Sekolah Diliburkan

Selasa, 02 Oktober 2012 - 10:11:32 - Dibaca: 2317 kali

Google Plus Stumbleupon


GUNAKAN MASKER: Kabut asap mulai berbahaya bagi kesehatan anak-anak, apalagi  saat mengendarai sepeda motor.(M KHAIDIR/JAMBIEKSPRES)
GUNAKAN MASKER: Kabut asap mulai berbahaya bagi kesehatan anak-anak, apalagi saat mengendarai sepeda motor.(M KHAIDIR/JAMBIEKSPRES) / Jambi Ekspres Online

Kabut Asap Kian Berbahaya

JAMBI – Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi terus meningkat. Oleh karenanya, siswa PAUD, TK dan SD mulai dari kelas 1 hingga kelas 3 diliburkan.

“Sudah saya instruksikan untuk PAUD, TK dan SD mulai kelas 1, 2 dan 3 untuk diliburkan. Tadi pagi sudah diinformasikan, sudah dimulai libur hari ini,” ujarnya Walikota, dr Bambang Priyanto.

Ditanya, sampai kapan sekolah itu diliburkan, dirinya menjelaskan, belum bisa ditentukan batas waktunya. “Tergantung suasananya,” katanya.

Lalu, bagaimana untuk siswa mulai dari kelas 4 hingga kelas 6 SD bahkan hingga jenjang SMA. Apakah juga akan ikut diliburkan? Dirinya menjawab, bisa jadi saja nanti diliburkan.

“Kalau tinggi terus tidak menutup kemungkinan akan diliburkan juga yang lainnya,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, M Rifai menyampaikan dalam kesempatan yang sama, terhitung kemarin, siswa SD sudah diliburkan. “Atas informasi dinas kesehatan yang sudah diajukan ke Walikota dan mendapat restu Walikota, jadi untuk PAUD, TK dan SD kelas satu sampai tiga sudah diliburkan. Untuk kelas 4 sampai 6 belum,” jelasnya.

Pihaknya mengaku selalu melakukan koordinasi dengan pihak dinas kesehatan yang menurutnya terus memantau perkembangan cuaca di Jambi.

Ditanya, kenapa hanya kelas satu sampai kelas tiga, Rifai menyampaikan ada beberapa alasan. Pertama, melihat kondisi daya tahan dan fisik siswa kelas empat SD keatas sudah mampu bertahan dari kondisi ISPU saat ini. Kedua, siswa kelas 4 hingga 6 sudah memasuki sekolah yang prosedur mengajarnya dianggap penting.

"Apalagi kelas enam. Sebentar lagi bulan Juni akan ada ujian sekolah, makanya kelas 4 sampai 6 masuk. SMP SMA juga," imbuhnya.

Karena tak ada batas waktu yang diberikan dinas pendidikan terkait libur siswa ini, lalu bagaimana siswa bisa mengetahui kapan harus masuk kembali? Terkait hal ini, ia menjelaskan, jaringan yagn dibangun sudah ada. Sehingga, siswa pasti akan tahu kapan harus masuk kembali.

"Kita punya jaringan, kalau untuk TK kita punya UPTD, kemudian UPTD punya organisasi K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah. Kita cukup informasikan ke UPTD, UPTD ke UKS, UKS langsung nanti," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Polisman Sitanggang, ketika dikonfirmasi menyampaikan, kondisi ISPU di kota Jambi memang dalam kondisi kurang baik. Sehingga untuk anak berumur minimal lima tahun ke bawah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah. "Terlebih bayi, dan balita pada umumnya disarankan benar jangan keluar rumah," katanya.

Dikatakan Polisman, dalam tiga hari terakhir tren ispu bertahan di angka 90 hingga 100 lebih. Sehingga cukup membahayakan bagi balita. Sedangkan untuk siswa kelas empat keatas maupun orang dewasa, mereka masih bisa melakukan aktifitas biasa dengan menggunakan masker.

"Tapi yang punya riwayat penyakit yang berhubungan dengan pernafasan dianjurkan jaga kondisi betul," lanjutnya, seraya menjelaskan bahwa ISPU hingga Senin sore tercatat berada pada poin 103.

(wsn)