Distribusi Air Belum Lancar

Selasa, 02 Oktober 2012 - 10:08:13 - Dibaca: 2031 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Distribusi air PDAM ke rumah-rumah warga, paska tenggelamnya pompa intake PDAM Aur Duri beberapa waktu lalu, masih belum lancar.

Daerah-daerah tersebut, seperti Pelayangan, 16,  H Ibrahim dan  Bougenvile. Sementara untuk Aur Duri memang sejauh ini sudah lancar.

Namun demikian, pihak PDAM Tirta Mayang Kota Jambi berjanji, dalam waktu dekat distribusi air akan segera lancar.

‘’PDAM saat ini sedang berupaya keras untuk membuat pasokan kembali normal. Kalau intake itu beroperasi sudah normal, namun sifatnya masih intake sementara. Kapasitas pompa yang dioperasikan sudah cukup. Hanya saja untuk IPA Aurduri di intake itu sekarang masih pakai ponton. Sementara pompa IPA PT Novco itu masih di tiang pancang untuk kapasitas 50 liter per detik dan sudah diturunkan,”  ujar Fathul Hadi, Direktur Tekhnik PDAM Tirta Mayang Kota Jambi.

Sementara IPA Aurduri, dikatakannya, pompa yang digunakan untuk mengalirikan air adalah pompa dengan kapasitas 40 liter per detik. “Itu sudah cukup untuk melayani Aurduri,” sebutnya.

Hanya saja, yang menjadi kendala adalah untuk pompa intake Aurduri milik PT Novco belum normal antara pompa yang digunakan untuk menyedot air, yakni 50 liter perdetik. Sementara air yang harus didistribusikan sebanyak 100 liter per detik.

“Tidak balance distribusi dan air masuk. Makanya sudah dipasang lagi, sementara ini sudah dipasang lagi di tiang pancang yang sifatnya sementara 1 unit lagi pompa milik PT Novco. Jadi distribusi air sudah mulai normal,” katanya.

Ditanya soal bangunan intake itu kapan akan selesai, dirinya menyebutkan, itu membutuhkan waktu. Karena, untuk konstruksi yang sudah rusak memang membutuhkan waktu untuk memperbaikinya.

“Bangunannya masih dalam perbaikan. Karena sifat posisi pompa itu saat ini hanya sementara,” jelasnya.

Namun dirinya memastikan, dalam waktu dekat distribusi air akan kembali normal. Sebelumnya, PDAM mengadakan sebanyak 17 unit tedmon di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Namun saat ini, jumlah itu, menurut Fathul sudah dikurangi seiring dengan penurunan pompa intake yang sudah dilakukan.

(wsn)