Rumput Hybrid, Gabungan Rumput Alami Dan Buatan

Kamis, 19 Juni 2014 - 10:40:10 - Dibaca: 7262 kali

Google Plus Stumbleupon


RUMPUT HYBRID: Arena de Sao Paulo yang menjadi venue Inggris v Urugay menggunakan rumput hybrid.  Jenis rumput itu sering digunakan di stadion-stadion liga Inggris
RUMPUT HYBRID: Arena de Sao Paulo yang menjadi venue Inggris v Urugay menggunakan rumput hybrid. Jenis rumput itu sering digunakan di stadion-stadion liga Inggris / Jambi Ekspres Online

SETELAH tumbang melawan Italia dengan skor 2-1, tidak ada cara lain bagi Inggris selain bangkit dan menunjukkan permainan terbaiknya melawan Uruguay. Uniknya, pada match melawan Uruguay, Inggris akan bertanding di satu-satunya stadion di Piala dunia 2014 yang menggunakan rumput hybrid. Arena de Sao Paulo. Jenis rumput itu sering digunakan di stadion-stadion liga Inggris. Apakah rumput tersebut akan membantu Inggris mengalahkan Uruguay?

       Partai do or die akan dijalani oleh skuad Inggris dalam upayanya untuk lolos dari grup neraka yang diisi oleh Italia, Uruguay dan Kosta Rika. Laga semakin penting mengingat lawan yang dihadapi adalah Uruguay.

       Dua negara saat ini dalam keadaan terluka,akibat kekalahan menyakitkan pada pertandingan pertama. Kedua negara tidak memiliki cara lain selain tampil all-out untuk lolos dari grup D.

        Dalam pertandingan big match dengan tensi tinggi sekelas piala dunia. Ditambah beban berat yang diusung oleh kedua tim, detail kecil dalam pertandingan akan menjadi pembeda. Kedua negara diwajibkan tampil baik dan meminimalkan kesalahan-kesalahan kecil dalam pertandingan.

       Detail kecil memiliki pengaruh yang besar. Hal itu sudah terjadi saat Inggris tumnbang melawan Italia. Panasnya suhu yang mencapai 31 derajat Celsius di Manaus memainkan peran penting dalam kurang berkembangnya permainan Inggris. Panas juga membuat beberapa pemain Inggris bertumbangan akibat suhu panas di Manaus.

       Nah, saat melawan Uruguay, Steven Gerrard dkk bisa sedikit bernafas lega. Sebab Inggris sudah memiliki keunggulan kecil atas Uruguay, yakni dari segi lapangan. Stadion Arena de S"o Paulo tempat kedua tim bertanding,merupakan stadion yang menggunakan rumput hybrid.

        Jenis rumput itu banyak digunakan oleh klub-klub premier league seperti Manchester United, Arsenal, Manchester City, Liverpool Tottenham Hotspur klub Inggris lainnya serata Stadion Wembley.

       Apakah jenis rumput pada lapangan sangat penting" Ya tentu saja. Sebab banyak staf pelatih yang sebelum pertandingan menanyakan kondisi lapangan agar bisa menyesuaikan strategi-strategi yang telah direncanakan.

       Seperti, apakah harus bermainan dengan umpan-umpan pendek atau umpan lambung menyesuaikan kondisi lapangan sebelum pertandingan. Belum lagi beberapa manager biasanya mencoba lapangan sebelum pertandingan dimulai.Selain itu, proses adaptasi akan lebih cepat dilakukan karena pemain Inggris telah terbiasa bermain dengan menggunakan lapangan hybrid. 

       " Mungkin ini hanya menawarkan 0,001 persen perbedaan," ujar David Saltman pitchcare kepada BBC  " Tapi justru hal itulah yang oleh manager kelas wahid pikirkan. Karena hal itu dapat memenangkan pertandingan," lanjutnya.

       Lantas bagaimana cara kerja dari rumput hybrid tersebut" Menurut Desso Sports Systems,sebuah perusahaan ahli di bidang rumput, menjelaskan bahwa rumput hybrid sebenarnya adalah gabungan antara rumput alami dengan polyethylene (fake grass). Dengan komposisi 4 persen serat buatan dan 96 persen rumput alami. Intinya, memperkuat rumput alami dengan serat buatan.

       Proses penanaman rumput dilakukan dengan cara, serat fiber polyethylene dimasukkkan sedalam 20 cm ke dalam tanah. Empat serat rumput digunakan untuk setiap 2 cm persegi ukuran lapangan dan meninggalkan 2 1/2 cm rumput diatas tanah. Setelah itu, baru benih rumput alami ditabur dan akan tumbuh disekelilingnya. Proses memakan waktu sekitar 10 hari.

       Ketika selesai maka rumput buatan dan rumput alami akan terjalin menjadi satu dan menciptakan permukaan rumput yang lebih kuat. Meskipun terdapat serat fiber di lapangan,namun permukaan rumput masih terasa seperti rumput biasa.

       Banyak kelebihan yang didapatkan dengan menggunakan lapangan dengan rumput hybrid. Yakni,rumput dapat tetap baik digunakan dengan kondisi cuaca apapun. Selain itu, rumput tidak gampang rusak dan memiliki drainase yang lebih baik.

        Passing-passing cepat ala liga Inggris juga akan mudah dilakukan karena rumput hybrid memiliki tinggi yang sama. Sejatinya, rumput alami juga dapat melakukannya namun kondisi itu tergantung kepada kualitas lapangan, seberapa sering pemotongan rumput dilakukan dan juga seberapa pendek rumput dipotong.

       Berbeda dengan rumput hybrid yang memiliki konsistensi ukuran yang sama. Jika ukuran sama,maka bola akan melaju dengan cepat.

       Lalu mengapa tidak menggunakan 100 persen rumput buatan atau sintetis" klub-klub liga Ingrris telah mencobanya pada tahun 1980, namun dampaknya kurang bak.Bola terlalu mudah terpantul dan juga menyebabkan pemain gampnag cedera. pengggabungan kedua rumput alami dan sintetis dinilai menjadi solusi tepat.

       Apalagi pada pertandingan sebelumnya, Inggris sempat mengeluhkan kondisi rum put stadion Arena de Amazonia yang buruk. Tetapi untuk kali ini, tidak ada alasan lagi bagi Inggris.Pertanyaannya adalah sanggupkah Inggris memanfaatkan keunggulan kecil tersebut menjadi pembeda yang dapat mempengaruhi hasil laga" Kita lihat saja nanti.

(mid)