| Kamis, 18 Februari 2010 10:14 | 1 Lyon v Real Madrid 0, Belum Bisa Taklukkan Gerland |
|
LYON - Kutukan Stade de Gerland buat Real Madrid belum berakhir. Untuk ketiga kalinya, tim bertabur bintang itu menyerah kepada tuan rumah Olympique Lyon di leg pertama 16 besar Liga Champions dini hari kemarin. Meski mendominasi pertandingan, Real pulang dengan kepala tertunduk setelah dibungkam 0-1 oleh Lyon. Sebenarnya, Real masuk ke lapangan dengan motivasi kuat. Selain berusaha menghapus kesan angker Stade de Gerland, mereka juga berambisi merebut kemenangan demi mengamankan tiket ke perempat final. Maklum, sudah lima musim terakhir ini Los Blancos -sebutan lain Real- gagal lolos dari 16 besar. Karena itu, pasukan Manuel Pellegrini tersebut mengambil inisiatif menyerang sejak awal. Namun, ketatnya pertahanan Lyon yang digalang Jean Alain-Boumsong dkk membuat serbuan-serbuan Ronaldo, Kaka, dan Gonzalo Higuain tak mampu memberi ancaman berarti buat gawang Hugo Lloris. Bahkan, lini tengah mereka sukses mematikan pergerakan Kaka dan Ronaldo. Justru, memori buruk dua laga sebelumnya sukses menghantui barisan belakang Real. Beberapa kali terjadi salah koordinasi antara para defendernya, sehingga serangan balik Lyon nyaris menjebol gawang Iker Casillas. Karena itu, di babak kedua, Pellegrini mengganti Marcelo dengan Ezequiel Garay. Tapi, pergantian di sektor kiri pertahanan itu belum memecahkan masalah Real. Garay dengan naif malah terlalu mundur ke belakang, dan memberikan ruang yang luas buat para striker Lyon untuk menyusun serangan. Tidak sampai dua menit babak kedua digeber, Lyon membuka skor lewat Jean Makoun. Gelandang asal Kamerun itu mendapatkan bola di tengah lapangan, lalu mendribelnya hingga memasuki kotak penalti Real. Dari jarak 25 meter, dia melepaskan tendangan loop yang melambung melampaui kepala Casillas. Satu gol itu cukup dijadikan bekal Lyon untuk ganti melawat ke Santiago Bernabeu 11 Maret mendatang. Kendati demikian, pelatih Lyon Claude Puel mengaku belum puas. "Ini bukan pencapaian yang luar biasa kalau kami ingin lolos ke perempat final," tutur Puel dalam wawancara dengan TFI. "Masih ada leg kedua yang harus dijalani, dan semua bakal jauh lebih berat di Madrid nanti. Kami juga menyesal karena mestinya bisa mencetak gol kedua," lanjut dia. "Tapi secara keseluruhan kami puas dengan permainan kami," sahut Sydney Gouvou, winger kanan Lyon. "Teman-teman main dengan intensitas tinggi. Mereka tahu kapan harus menaikkan level secara kolektif, dan mereka melakukannya dengan baik," lanjut penggawa timnas Prancis itu. "Di Liga Champions, selalu ada laga seperti ini. Kami punya prospek mengeliminasi tim besar dari persaingan. Tapi di Bernabeu tekanannya bakal berat sekali. Kami hanya berharap mendapatkan wasit yang bagus untuk mengimbangi tekanan itu," sambung Puel. Real sendiri optimistis mereka bisa membalikkan skor di Bernabeu nanti. Apalagi, rekor kandang mereka musim ini cukup memukau. Baik di Liga Primera maupun Liga Champions, Real hanya sekali kalah. Yakni dari AC Milan di fase grup lalu. "Dalam sepak bola segalanya mungkin," tegas Ronaldo, seperti dilansir Soccernet. "Kami kalah di sini, tapi kami akan memainkan leg kedua di rumah. Saat itulah kami bisa membalikkan keadaan," lanjut dia. "Kami tidak panik. Sebaliknya, saya sendiri sangat tenang. Di kompetisi ini kami memang harus menderita sedikit. Kami yakin bisa memberikan jawaban yang bagus di laga kedua," papar CR9, julukan akrabnya. "Bernabeu akan banyak membantu kami. Kami harus berjuang dari menit pertama hingga terakhir. Babak ini belum berakhir," yakinnya. (na) |













Komentar Pembaca