| Sabtu, 06 Maret 2010 10:48 | Target PAD Tanjabbar Merosot |
Dewan Minta SKPD Pro AktifKUALATUNGKAL - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tanjabbar 2010 ditargetkan sebesar Rp 19.636.894.000 atau turun Rp 51.201.650 (0,26 %) dibandingkan 2009 lalu sebesar Rp 19.688.095.650. Penurunan itu disebabkan ada beberapa sumber PAD yang hilang. "Target PAD kita memang mengalami penurunan, tapi tak begitu signifikan," kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Tanjabbar, Drs H Azwar MM, melalui Kasi PAD, Kasmadi, di ruang kerjanya, Selasa (02/03) lalu. Sedangkan, target PAD 2009 sebesar Rp 19.688.095.650 terealisasi Rp 23.778.190.528 atau turun Rp 169 juta dibandingkan target PAD 2008 sebesar Rp 19.518.165.357 dengan realisasi Rp 24.430.175.842. Menurut Kasmadi, turunya target PAD tahun ini karena ada beberapa potensi PAD yang hiilang. Diantaranya, Izin Pemanfaatan Kayu Rakyat (IPKR) yang dulu menjadi andalan kini sudah tak ada lagi karena memang kayu sudah habis. Kemudian, penjualan bibit sawit yang dulunya dilakukan Dinas Perkebunan dan Kehutanan, kini juga sudah tak ada lagi. Serta, penggemukan sapi yang menjadi andalan, sekarang targetnya juga tak tercapai. Karena itu, pihaknya tak berani memasang target tinggi. "Meski pencapaian PAD 2009 melampaui target, kami tetap melihat potensi penerimaan yang ada," katanya. Menurut Kasmadi, untuk mencapai target PAD 2010 pihaknya berusaha mengoptimalkan sumber PAD yang ada. SKPD yang realiasasi PAD-nya rendak mesti digenjot lagi. Disamping itu, pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan instansi-instansi yang ada agar meningkatkan PAD dari pajak dan rektribusi daerah. Terkait adanya kemungkinan kebocoran penerimaan retribusi di instansi teknis dan hingga kini cenderung tak terdeteksi, Kasmadi menyatakan Dinas PPKAD kedepan akan rutin melakukan pengecekan terhadap retribusi yang dilaporkan oleh instansi teknis. SKPD Diminta Pro AktifSementara itu, minimnya PAD yang diperoleh Dinas PPKAD mendapat sorotan beberapa fraksi di DPRD Tanjabbar beberapa waktu lalu. Pasalnya, dari tahun ke tahun PAD Tanjabbar tak ada peningkatan, namun malah menurun. Kedepan dewan berharap PAD lebih ditingkatkan sesuai potensi daerah. “Dari dulu hingga sekarang PAD kita tak ada kenaikan yang signifikan. Makanya, kita menegaskan agar Pemkab pro aktif menggali sumber PAD. Apalagi, daerah kita ini cukup banyak potensinya, tinggal lagi bagaimana SKPD terkait mengelola peluang yang ada,” ungkap anggota Komisi II DPRD, Abdul Hamid SH. Menanggapi desakan dewan agar PAD ditingkatkan, Kadis PPKAD, Drs H Azwar MM, kepada wartawan belum lama ini menjelaskan, harapan dewan agar eksekutif bekerja keras meningkatkan PAD adalah prioritas dan perhatian serius Dinas PPKAD. Bahkan, pihaknya akan berusaha maksimal menggali semua potensi PAD yang merupakan kerja kolektivitas dari semua instansi. Sehingga, katanya, instansi mampu menghimpun retribusi/pajak sebagai PAD untuk di setor kepada kas daerah. Menurutnya, untuk menggali sumber PAD pihaknya tak ingin terlalu membenani masyarakat. Artinya, pengelolaannya harus melalui kajian sosiologis yang dampaknya tak menjadi beban sosial ekonomi bagi masyarakat. “Potensi sumber PAD terus kita gali. Untuk itu, telah dilakukan inventarisasi semua kekayaan daerah dan potensi alam yang mampu dikembangkan untuk menjadi sumber PAD,” ujarnya. Dia tak menampik semuanya bisa terealisasi, sebab ada target dan program kerja yang diprioritaskan instansi terkait, seperti retribusi galian C. Ini sangat potensial dan kontribusinya sangat besar bagi daerah. Sayangnya, untuk keseimbangan alam dan dampak lingkungan, tak semua pemohon usaha galian C dikabulkan. “Jadi, sumber PAD yang bisa dikelola harus mempertimbangan berbagai aspek, baik sosial ekonomi, yuridis, maupun lingkungan. Namun yang jelas, kita terus berusaha meningkatkan PAD. Mudah-mudahan di tahun selanjutnya PAD kita bisa meningkat,” jelasnya. (zir) |













Komentar Pembaca