| Rabu, 03 Maret 2010 10:21 | Pansus DPRD Muarojambi di Demo Pedagang |
Minta Persoalan Pasar Jangan Diperkeruh
Sugiman, salah seorang pedagang, dalam orasinya mengatakan justru sejak ada Pansus di dewan masalahnya menjadi makin keruh. Diharapkan Pansus mempercepat penyelesaian. "Pasar jadi sepi karena warga tak berani belanja. Namanya juga orang desa, kalau melihat di TV tentu takut jangan-jangan nanti pembeli juga ikut terlibat," katanya. Sementara itu, katanya, kedatangan mereka juga minta DPRD Muarojambi tak memperkeruh suasana dengan memprovokasi warung kopi guna menghadapi 85 persen pemilik kios yang sudah tenang berjualan dan taat dengan aturan pemerintah. Kemudian, sadarkan 15 persen pedagang lainnya agar mereka yang sudah menempati kios memenuhi kewajibannya. "Karena, ada yang bukan pemilik kios, tapi kiosnya bisa dikontrakkan," ungkapnya. Dijelaskannya, warga sudah jenuh dengan carut-marut masalah Pasar Unit I Sungaibahar yang sudah berlangsung selama empat tahun. Dewan mesti mendukung Pemkab agar penyelesaian lebih dipercepat. "Jangan salah-menyalahkan," tegasnya. Kemudian, kata Sugiman, dewan juga harus pikirkan Jalan Tempino dan Sungaibahar yang hancur seperti bubur. "Mana janjimu dulu anggota dewan dari Sungaibahar. Kampanye semuanya manis," kenangnya. Di tempat yang sama, pedagang lainnya, Juniar, mengatakan sejak adanya Pansus, warung mereka sepi pembeli. Untuk itu, dia harap Pansus segera menyelesaikan persoalan ini. "Kedai saya sekarang sepi, karena mendengar nama Pansus orang takut belanja ke pasar," keluhnya. Menyingkapi keluhan pedagang ini, Syafri Hasibuan, Sekretaris Pansus, mempersilakan warga menyampaikan segala aspirasinya. "Nanti akan saya sampaikan ke rekan-rekan Pansus," kata anggota DPRD Kab Muarojambi dari F-PKS ini di hadapan pedagang. Pansus, kata Syafri, pihaknya tak memihak siapa-siapa. Pansus hanya mencari titik temu persoalan yang sebenarnya. "Kita tak menyalahkan siapa-siapa, hanya mencari kebenaran," kata Syafri. (imm) |









SENGETI - Sekitar 100 orang massa yang mengatas-namakan pedagang Pasar Unit I Sungaibahar korban kebakaran, Selasa (02/03) sekitar pukul 10.00 WIB memadati gedung DPRD Muarojambi. Mereka minta pansus yang menyelesaikan konflik tak memperkeruh suasana, namun harus segera menyelesaikan persoalan.



Komentar Pembaca