| Rabu, 10 Maret 2010 10:56 | Lagi, Jalur Sungaipenuh Tapan Longsor |
Jalan ke Sumbar dan Bengkulu Putus
Berdasarkan sumber koran ini dilapangan menyebutkan bahwa kejadian longsor tersebut pertama kali terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 18.00 WIB, dimana kejadian longsor di jalan Sungaipenuh Tapan itu terjadi di dua titik yakni di kilometer 31 dan kilo meter 32 arah Tapan Pesisir Selatan tepatnya dikawasan Sungai Kunyit atau menjelang perbatasan dua daerah Sungaipenuh dan Tapan. Kemudian longsor kedua terjadi pada Senin (8/3) sore kemarin dan longsor tersebut terjadi tidak jauh dari longsor pertama yakni di kilometer 31 arah Tapan. Untuk diketahui bahwa di jalan provinsi tersebut cukup ramai aktivitas kendaraan mulai dari kendaraan yang mengangkut sembako hingga kendaraan atau mobil tambang yang akan menuju Pesisir Selatan dan Bengkulu. Malahan jalan provinsi tersebut sejak dulu dijadikan sebagai jalan ekonomi bagi masyarakat dua daerah yakni masyarakat Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci. H Andi Putra Wijaya Yusuf, Direktur PT Prima Pembangunan Kerinci (PT PKK) yang baru saja kembali dari puncak atau perbatasan Sungaipenuh Tapan membawa alat berat berupa ecxavator membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, bahwa longsor yang terjadi Senin sore tidak jauh dari longosr Sabtu sore itu. Longsor yang terjadi bukan seluruhnya tanah melainkan batu gunung yang jatuh dan menimpa badan jalan, akibatnya badan jalan tertimbun dan menyebabkan kendaraan tidak bisa lalulalang sama sekali. “Semua kendaraan terjebak, dari arah Sungaipenuh tidak bisa menuju Pesisir Selatan dan sebaliknya dari arah Tapan juga tidak bisa menuju Sungaipenuh, akibat batu gunung berukuran besar jatuh dan menimpa badan jalan, Sabtu kemarin batu gunung yang jatuh tidak terlalu besar tapi batu yang jatuh Senin Sore cukup besar sekali,” terang Abdi. Selain batu gunung yang menimpa badan jalan katanya, juga terdapat material lainnya seperti pasir dan tanah yang didalamnya juga terdapat kayu yang tumbang akibat dibawa tebing yang longosor. Menurut Andi, longsor yang terjadi Senin sore kemarin itu persis sama dengan kejadian longsor sebelumnya yakni berawal dari hujan lebat yang menguyur Kota Sungaipenuh dan Kerinci, akibatnya tebing disepanjang jalan Sungaipenuh Tapan yang labil dan rawan longsor dengan mudahnya diseret oleh air hujan sehingga mengakibatkan longsor di kilometer 31 dan 32 menjelang perbatasan. “Senin sore kemarin terjadi hujan lebat sehingga menyebabkan tebing disepanjang jalan yang diguyur terus menerus oleh air hujan menjadi labil dan jatuh ke badan jalan. Batu yang jatuh cukup besar sehingga tidak mampu satu alat berat dan terpaksa dikirimkan tambahan alat berat milik Pemkot Sungaipenuh,,” ucapnya. H Andi juga mengakui, begitu kejadian longsor tersebut pihaknya sudah langsung mendapatkan kabar dari Kimpraswil Provinsi dan malah telah menunjuk PT PPK yang kebetulan memiliki alat berat untuk segera mengatasi longsor tersebut. Sekarang ini kata Andi, dua alat berat yakni milik PPK dan Pemkot Sungaipenuh sedang bekerja untuk mengeser batu gunung yang menimbun badan jalan. Pihaknya memastikan jika tidak terjadi hujan lagi jalan tersebut sudah bisa dilalui. “Sekarang dua alat berat masih bekerja, jika memang tidak hujan lagi jalan sudah bisa dilalui kembali,” sebutnya. Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Kota Sungaipenuh Yulius Junit, ketika dikonfirmasikan via ponselnya juga mengakui sudah mengetahui adanya longsor jalan Sungaipenuh Tapan tersebut. Malah kata Kadis PU Kota itu, pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi dan telah pula mengerahkan satu alat berat berupa ecxavator untuk membantu mengeser batu yang menimbun badan jalan. “Kita juga sudah turunkan alat berat milik Pemkot untuk membantu membersihkan jalan dari longsor,” ujar Yulius Junit. Disisi lain, hingga berita ini diturunkan kondisi atau cuaca di Kerinci dan Kota Sungaipenuh memang sedikit buruk dan hampir setiap sore hingga malam terjadi hujan. Kondisi seperti ini tentunya sangat potensial sekali menimbulkan longsor kembali di jalan Provinsi Sungaipenuh Tapan, sementara di tengah jalan provinsi tersebut terdapat puluhan kendaraan yang masih terjebak. (ika) |














Komentar Pembaca
jangan setiap hujan longsor terus