|
|
Jumat, 19 Februari 2010 10:06 |
Transaksi Politik di Pusaran Pansus |
DI sebuah acara televisi swasta, Dr Tjipta Lesmana, pakar komunikasi politik, melihat Pansus Century telah dihantam badai lobi. Dia secara terang-terangan menyebut pertemuan Andi Arief -staf khusus Presiden SBY- dengan Sekjen PDIP Pramono Anung sebagai upaya untuk meredam gejolak di pansus.
Karena itu, angka 7 - 2 pada kesimpulan awal pansus bisa berbalik menjadi 2 - 7. Bila sebelumnya tujuh fraksi secara terang-terangan menyatakan proses bailout Century haram karena banyak melanggar rambu dan hanya dua fraksi (Demokrat dan PKB) yang membenarkan proses bailout, di finis nanti hasilnya bisa terbalik. Pertemuan ala Andi Arief-Pramono Anung saat ini juga terjadi antara Demokrat dan partai lain. Syarif Hassan, kader Demokrat yang kini menjadi menteri koperasi-UKM, mengakui bahwa sudah ada beberapa pertemuan, termasuk di rumah Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang juga menteri koordinator perekonomian. Intinya adalah mengendalikan arah koalisi di pansus. Satu pekan terakhir ini menjadi minggu tersibuk bagi para politikus Demokrat dan pendukung SBY. Mereka harus memanfaatkan waktu pendek ini sebelum putusan akhir Pansus Century pada 27 Februari nanti. Pansus bayangan kini muncul di mana-mana. Pansus bayangan itu ibarat setelit yang mengitari pansus. Setelit tersebut dibangun oleh kader Demokrat bentuk lobi dengan kekuatan lain yang ada di pansus. Mereka bergerak di mana-mana untuk memengaruhi suasana di dalam pansus. Lobi tidak hanya dilakukan terhadap sesama koalisi. Parpol di luar istana pun akan mereka gerilya, seperti pertemuan Andi arif dengan Pramono Anung. Gerindra juga sudah didatangi oleh petinggi Demokrat. Ibaratnya, Demokrat menghidupkan semua setelit dengan tujuan sebisa-bisanya memengaruhi pansus. Tekanan dari Demokrat dan pendukung SBY juga dilakukan lewat isu-isu yang berbau ancaman. Isu reshuffle yang diembuskan Sekjen Demokrat Amir Syamsuddin jelas-jelas merupakan upaya untuk memberikan rasa "takut" kepada para anggota koalisi. Pertemuan Andi Arif dengan Pramono pun bukan tidak mungkin merupakan bagian dari skema reshuffle. Kalau kita mencermati, pengaruh pansus bayangan itu sudah mulai terasa. Arah angin sejumlah fraksi mulai berbelok. Partai mitra koalisi yang semula menyebut ada kesalahan dalam bailout, seperti PAN dan PPP, mulai melepas isyarat bahwa hasil akhir akan berbeda dengan hasil sementara. Bahkan, Patrilias Akbar, fungsionaris PAN yang kini menjabat Menkum-HAM, sudah menyebut tidak ada pelanggaran dalam proses bailout senilai Rp 6,7 triliun itu. Karena itu, jangan heran bila skor 7 - 2 seperti kesimpulan awal tidak akan terulang lagi. Lobi bukan barang tabu di dunia politik. Juga bukan langkah yang diharamkan karena makna berpolitik itu adalah bersiasat untuk mencari kawan atau berkoalisi. Namun, yang tetap menjadi pertanyaan adalah apakah persoalan besar di Century hanya akan selesai dengan lobi politik. Padahal, indikasi pelanggaran di Century merupakan hasil audit oleh lembaga negara BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Apa yang dilakukan politisi di pansus kini disorot publik. Bila mereka berbohong, rakyat kini sudah pintar dan akan tahu pembohongan itu. Mengenai lobi-lobi yang berkeliaran di sekitar pansus saat ini, apakah penuh dengan transaski politik, rakyat juga tahu. Sekarang kembali kepada politisi itu apakah bekerja sesuai dengan fakta atau bersikap kompromi. Sebab, semua punya konsekunsi. Yang pasti, rakyat tidak ingin dibohongi. (*)
|
|
We have 223 guests online
angga kumara: mohon informasi tent...abu mumtaz: luar biasa ana pasti...BUJANG: biasa nya di daerah ...hasrul: aduh,,,,,,,,,, masa ...kacab NSS 861: untuk hal itu ga han...ZONI: YE BETEY ITEWH....zoni: MANTAP, DASYAT, KAMI...Frank,dr: Asl. dr. Ida, saya d...Popi candra: Tidak baik mendrikn ...cipto,jogja: semoga pilkada batan...
|
Komentar Pembaca