Rabu, 10 Maret 2010 | +index
Oleh: Yanti Budiyanti APAKAH...
Rabu, 10 Maret 2010 | +index
  Hei guys, sudah pada tahu...
Jumat, 19 Februari 2010 | +index
Rabu, 10 Maret 2010 | +index
Kerjasama dengan FKIP Unja ...
Selasa, 08 Desember 2009 | +index
Virus Hepatitis E Paling Bandel ...
Selasa, 08 Desember 2009 10:23
Bahaya Penyakit Hepatitis dan Kanker Hati (5)

Virus Hepatitis E Paling Bandel

Selain hepatitis A, B dan C, dunia medis juga mengenal istilah hepatitis D, E, F maupun G. Meskipun masyarakat masih awam, namun keempat jenis virus hepatitis ini tetap harus diwaspadai karena sama bahayanya.

HEPATITIS D

Ahli penyakit dalam RS Adi Husada Undaan Wetan, dr Sugiarto Widjaja SpPD, mengatakan, penyakit hepatitis D disebabkan oleh virus hepatitis D. Uniknya penyakit ini hanya dapat terjadi bila tubuh seseorang juga kehadiran virus lain, yaitu virus hepatitis B.

“Dapat disimpulkan bahwa seorang penderita bisa terserang hepatitis D bila sebelumnya pernah menderita hepatitis B,” kata Sugiarto.

Lebih lanjut diungkapkan, munculnya virus hepatitis D berawal dari virus hepatitis B. Virus ini hidup menumpang (parasit) di virus hepatitis B. Pengobatan penyakit ini bisa dilakukan seperti kita mencegah hepatitis B. “Penularan virus ini juga sama dengan virus hepatitis B, yaitu melalui cairan tubuh,” ujarnya.

Hepatitis D menular di antaranya melalui darah yang terinfeksi. Orang-orang yang berisiko terkena hepatitis D adalah pengguna narkoba yang sering memakai jarum suntik bersama-sama.

Penderita hepatitis B juga berisiko tertular jika berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi hepatitis D, atau jika mereka tinggal dengan orang yang terinfeksi. Untuk mencegahnya, tentu saja, adalah dengan menghindari serangan virus hepatitis B, yaitu dengan cara imunisasi. Selain itu dengan menghindari terkena darah yang terinfeksi, jarum yang terkontaminasi, atau barang-barang pribadi penderita; seperti sikat gigi, pisau cukur, dan gunting kuku.

 

HEPATITIS E

Virus hepatitis E kali pertama ditemukan di New Delhi, India. Umumnya virus ini menyerang remaja hingga de wasa dengan rentang usia antara 15 40 tahun. Virus hepatitis E mempunyai karakter seperti hepatitis A, yaitu bandel.

“Saking bandelnya cuci tangan dengan sabun saja tidaklah cukup. Kita wajib cuci tangan dengan air mengalir, sehingga dipastikan semua virus di tangan bisa hanyut terbawa air,” jelas Sugiarto.

Diungkapkannya, transmisi virus ini umumnya terjadi melalui air dan makanan yang tidak terjaga kebersihannya. Sehingga seringkali epidemi hepatitis E terjadi setelah musim hujan, di mana banyak air dan sampah menggenang. Virus hepatitis E juga lebih mudah menyebar pada daerah yang mempunyai sanitasi buruk.”

 “Pencegahan maupun pengobatan hepatitis E sama dengan pencegahan dan pengobatan hepatitis A,” ungkapnya.

Tanda-tanda orang yang terkena hepatitis E ini lebih sering terlihat pada orang dewasa ketimbang anak-anak. Gejala yang biasanya muncul secara tiba- tiba misalnya demam, rasa letih, hilang nafsu makan, rasa mual, sakit perut, air seni berwarna tua, serta warna kekuningan pada mata dan kulit. Penyakit hepatitis E terjadi lebih parah pada wanita hamil, terutama pada tiga bulan terakhir masa kehamilan. “Masa inkubasi hepatitis E rata-rata 40 hari dengan rentang antara 15-60 hari,” jelas Sugiarto.

HEPATITIS F

Sugiarto menjelaskan, identifikasi virus penyakit hepatitis F hingga sekarang masih tidak jelas. Hepatitis F merupakan sebuah hipotesis, artinya apabila ada virus hepatitis yang belum teridentifikasi dengan jelas untuk sementara akan digolongkan sebagai virus hepatitis F.

Dia bercerita, pada tahun 1994 pernah masuk laporan dari salah satu organisasi kesehatan bahwa telah ditemukan sesuatu mirip virus dalam dalam darah pasien yang menjalani transfusi. Virus tersebut bukan masuk virus HAV, HBV, HCV maupun HEV. Tetapi

setelah disuntikkan pada seekor kera, ternyata binatang tersebut mempunyai penyakit hepatitis yang kemudian untuk sementara disebut sebagai hepatitis F atau virus Toga.

“Tidak tertutup kemungkinan saat itulah telah diketemukan virus hepatitis baru. Sampai sekarang semua itu masih terus diteliti,” jelas Sugiarto.

HEPATITIS G

Virus hepatitis terakhir yang ditemukan setelah hepatitis F dinamai hepatitis

G atau GB Virus C (GBV-C). Namanya memang agak beda karena diduga virus ini masih ada hubungannya dengan virus hepatitis B maupun C.

Sugiarto menjelaskan, sebenarnya virus hepatitis G ini tidak terbukti menyebabkan

penyakit pada manusia walaupun diketahui telah dapat menginfeksi manusia. Pada manusia yang kondisi fisiknya normal (sehat), virus ini bisa hilang dengan sendirinya setelah satu tahun.

“Namun kadang-kadang pada beberapa orang dapat beberapa tahun, tergantung

daya tahan tubuh setiap orang yang terjangkit virus ini,” urainya.

Dari penelitian yang dilakukan, sambung Sugiarto, diketahui bahwa virus

GBV-C sering didapati pada penderita HIV. Uniknya lagi, virus GBV-C ini ternyata

dapat memperlambat serangan HIV terhadap tubuh manusia. “Selama tidak menyebabkan penyakit, mereka yang terinfeksi virus hepatitis G tidak perlu khawatir. Banyak jenis virus yang menginfeksi tubuh kita, tetapi tidak semuanya mengganggu kesehatan,” ingatnya.

(jpnn)

Komentar Pembaca

avatar iga handayani
0
 
 
memang pnyakit yg ada skarang ni sngt braneka ragam krna pnykit trsebut kbnykn mnular tetapi jrang skali d tmukan obt2y sya hrap dg ada'y pmbritahuan tntng mslah pnykit2 ini msyarakat hruslah kbih sdar lg untuk dpt mncgah'y
Nama (Harus Diisi) *
Email
Homepage
Kirim Komentar
Batal
avatar SURATMIN ACHMAD
0
 
 
Kami harapkan setiap orang harus waspada setiap saat, saat ini virus mudag sekali mengalami mutasi genetik sehingga dengan media yang baru kemungkinan besar akan muncul virus baru dan menimbulkan penyalit yang baru, tentu memerlukan diagnosa baru lagi untuk menentukan penyembuhan dan mengobatannya.
Nama (Harus Diisi) *
Email
Homepage
Kirim Komentar
Batal
avatar asmali,spd
0
 
 
bagi org yg suka merokok tlg di hentikan krn tak ada untungnya,tp ruginya yg byk.bkn buat dri kt tp buat org lain
Nama (Harus Diisi) *
Email
Homepage
Kirim Komentar
Batal
avatar asmali
0
 
 
utk itu lbih baik kt menjaga kshtan dri pada mengobati penyakit,buang duit bae
zaman skrg byk kebutuhan yg harus di penuhi
Nama (Harus Diisi) *
Email
Homepage
Kirim Komentar
Batal
>>> Tampilkan Form Komentar
 
Copyright © 2009 Jambi Ekspres. | All Rights Reserved
Powered by Joomla
GRAHA PENA Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08 Kenali Besar, Jambi
Telp/Fax : (0741) 668844/ (0741)667338