Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Bentrok Warga dan Polisi, 1 Tewas
Jumat, 13/09/2013 - 11:03:51 WIB | Kategori: Hukum - Dibaca: 582 kali

MODAYAG – Operasi penangkapan tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Desa Bongkudai Baru dan Guaan, Kecamatan Modayag, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berakhir ricuh. Seorang warga tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah massa bentrok dengan polisi sekira 30 menit, Kamis (12/9) kemarin.

Di tengah bentrok, tiba-tiba Rekson Watung (47), warga Desa Bongkudai Baru, terkapar dan bersimbah darah. Rekson diduga terkena timah panas milik polisi tepat di leher dan punggung. Rekson meregang nyawa di tempat. Tidak hanya massa warga, dari aparat kepolisian juga jatuh korban. Empat anggota polisi mengalami luka-luka akibat lemparan batu dari warga.

Kejadian ini berawal dari penangkapan tersangka curanmor. Namun, kedatangan polisi ditanggapi lain oleh warga. Apalagi, polisi melakukan penyisiran hingga ke dalam dan belakang rumah warga. Yang membuat warga emosi, karena polisi ikut menyita sebanyak 12 unit motor yang diduga hasil curian. Dari penyitaan inilah warga mulai melakukan perlawanan. Tanpa komando, ratusan warga dari dua desa melakukan pelemparan batu ke arah polisi. Tak puas, massa menggunakan senjata angin dan tombak untuk memukul mundur polisi.

Kalah jumlah, polisi menurunkan mobil water canon bersama 100 personil yang terdiri dari kesatuan Satreskrim, Satlantas, dan Brimob Inuai. Polisi mulai membalas dengan tembakan. Diawali dengan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan. Menurut warga, polisi mulai memberondong warga dengan tembakan. Hal ini diakui Feine Kawengian. “Beberapa warga menjadi korban penembakan polisi dalam bentrok tersebut. Satu warga bernama Rekson Watung sebagai Kaur di Desa Bongkudai Baru tewas tertembak sekarang sudah dibawa ke RS Kotamobagu," ujar Feine.

Informasi yang diperoleh koran ini, jaringan pelaku Curanmor ini terungkap setelah polisi menangkap salah satu tersangka Curanmor bernama Regen. Dari hasil pengembangan yang dilakukan, polisi berhasil mengungkap beberapa nama tersangka Curanmor yang lain di antaranya Grend, warga Bongkudai Baru; YI alias Ebong warga Desa Insil; dan RK alias Ateng warga Desa Guaan. Tim operasi penangkapan di Desa Insil berhasil menangkap satu Ebong. Selain itu, polisi juga berhasil menangkap tersangka lagi bernama YT alias Yando, warga Insil.

Kemudian tim di Desa Bongkudai Baru, langsung menuju rumah tersangka Grend untuk menangkapnya. Namun pelaku tidak berhasil ditangkap. Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan satu unit motor Vixion warna merah yang diduga hasil curian. Selain itu, polisi juga berhasil menangkap salah satu tersangka RK alias Ateng.

Kapolres AKBP Hisar Siallangan SH Sik mengatakan, proses penangkapan dan penyitaan barang bukti dari hasil kejahatan Curanmor ini dilaksanakan sesuai dengan prosedur. “Ini merupakan upaya kepolisian dalam menangkap dan menyita barang bukti hasil kejahatan Curanmor. Kita berhasil menangkap tiga tersangka yang diduga pelaku jaringan Curanmor dan 12 barang bukti yang diduga hasil kejahatan,” kata Siallangan, tadi malam.

Ditanya jatuhnya salah satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut, menurutnya, korban sementara di visum di Manado. “Kita belum tahu akibat kematian almarhum tersebut,” katanya. “Kejadian ini kami sesali dan prihatin. Kami tidak pernah mengharapkan peristiwa tersebut terjadi,” tuturnya.

Dia mengatakan, kepolisian hanya berusaha melayani semaksimal mungkin kepada masyarakat, khususnya pengungkapan kasus Curanmor yang kian hari  meningkat signifikan di Bolmong Raya ini.

Kejadian ini berbeda dengan proses penangkapan yang dilakukan Polres Bolmong terhadap terduga pelaku Curanmor di Desa Insil, Pasi Timur, yang berjalan lancar dan aman beberapa lalu. Menurutnya, dalam proses penangkapan berjalan lancar dan masyarakat di desa tersebut sangat kooperatif. “Sebagian besar barang bukti Curanmor yang kita sita dan tersangka yang kita tangkap berasal dari desa tersebut. Namun dalam proses penangkapan berjalan lancar. Warga sangat mendukung. Berbeda dengan respon yang kita terima di Desa Bongkudai dan Guaan,” katanya.(***).







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /