Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Keistimewaan Ramadan
Kamis, 11/07/2013 - 10:37:20 WIB | Kategori: Opini - Dibaca: 686 kali

Oleh: Prof. Dr. H. Mukhtar Latif

Tanpa terasa betapa perjalanan waktu begitu singkat, baru saja rasanya kita meninggalkan Ramadan yang lalu, kini Ramadan telah datang kembali menghampiri kita, sebagai isyarat berputarnya dunia meninggalkan masa lalu yang sangat cepat dan mempertemukan dengan hari depan yang penuh harapan. Hari berlalu menandakan setiap orang makin berkurang usianya, namun bukanlah jaminan dengan demikian setiap orang bertambah amalnya, boleh jadi justru amalnya makin melemah dan menjauh dari Allah. Maka itu kata Rasulullah, barang siapa yang hari ini lebih dari kemaren, maka dialah orang yang beruntung, dan barang siapa yang hari ini justru lebih buruk dari kemaren, maka merekalah orang yang celaka.

Setiap tahun datangnya Ramadan tentu saja setiap umat Islam yang beriman bersenandung harap dapat menjalani bulan suci ini dengan penuh keberuntungan, baik secara peribadi, keluarga juga masyarakat. Bahkan secara sosial akan tampak rasa kepemilikan kepedulian yang tinggi yang direfleksikan umat terhadap sesamanya, baik melalui Sedeqah, zakat, memberi makan melalui berbuka puasa, saling mengulurkan tangan dan saling meringankan beban sesamanya. Secara ekonomi juga ditunjukkan dengan bangkitnya ekonomi umat, baik yang muncul secara dadakan atau yang sudah permanen meningkatkan oplah penjualan ketika memasuki Ramadan, semua memberikan nilai tambah dengan datangnya Ramadan. Tidak terlepas dari aspek pendidikan, juga sangat dominan dalam membingkai spiritualitas sebagai madrasah keimanan bagi umat Islam.

Terlepas dari fenomena itu, tentu saja ada yang lebih utama dengan datangnya Ramadan, yang   merupakan keistimewaan bagi pengabdian umat Islam yang beriman, sebagai mana telah banyak ditulis oleh para ulama diantaranya yakni: Pertama, di bulan Ramadan diwajibkan berpuasa, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayah 183, "wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa". Dengan berpuasa umat Islam yang beriman melatih dirinya semata-mata berada dalam kontrol Allah, dia memelihara diri dari berbagai perbuatan maksiat, subhat (samar), apalagi yang haram. Inilah yang dikatakan, puasa adalah tameng dari kemaksiatan serta benteng dari neraka (HR. Bukhari Muslim, Ahmad, Nasa”i dan Ibnu Majah). Kedua, pada malam bulan Ramadan disunnahkan shalat tarawih. Sebagaimana sabda Rasulullah "barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadan (tarawih), karena Iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya any telah lalu. (HR. Mutafaq “Alaih).

Ketiga, keistimewaan bulan Ramadan adalah di bulan ini setan dan para Jin yang jahat diikat. Sebagaimana sabda Nabi, "pada bulan ini para Jin yang jahat diikat, sehingga tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya". (HR. Ahmad). Keempat, Ramadan adalah bulan bertabur doa para malaikat. Sabda  Rasulullah, "pada bulan Ramadan para malaikat berdoa memohonkan ampunan kepada mereka yang berpuasa sampai mereka berbuka. (HR. Ahmad). Kelima, di bulan Ramadan Allah mencurahkan segala bentuk rahmatnya kepada hambaNya yang berpuasa, lebih dari itu Allah menghapus dosa-dosa para hambaNya. (HR. Thabrani). Keenam, pada bulan Ramadan adalah bulan doa-doa dikabulkan, ini janji Allah kepada hambaNya unstuck mengabulkan doa para hambaNya. (HR. Thabrani). Ketujuh, disunnahkan makan sahur, karena waktu tersebut adalah berkah bagi para ahli Ibadan, selain makan sahur itu sendiri Akan mendapatkan berkah dari Allah. Sabda Rasulullah, "makan sahurlah kamu, karena sesungguhnya pada sahur itu ads keberkahan". (HR. Bukhari). Kedelapan, dibulan Ramadan didalamnya terdapat satu malam yang termulia, malam al-Qadar (laitatul Qadar). Yakni malam yang lebih baik dari seribu bulan, atau 83 tahun. Kesembilan, bulan Ramadan adalah bulan terindah dan terbaik mengkaji dan menghayati alquran, karena selain kandungan al-Quran adalah petunjuk bagi manusia dan menjadi pedoman dalam kehidupan. Semua huruf dan kata yang dibaca dan dihayati akan berlifat pahala, yang tak ternilai disisi Allah, apalagi menghayati dan mengamalkannya, Ini yang dikenal dengan tadarrus dan tadabbarul Quran. Kesepuluh, bulan Ramadan adalah bulan pembinaan, atau madrasah bagi umat Islam. Karena selain ibadah siang, malam dan ibadah sosial juga yang lebih tinggi ibadah dan manfaatnya adalah sebagai pendidikan atau pembinaan diri, baik secara kolektif juga individual. Seperti pembinaan melalui tarbiyah al-Quran, pengajian, majelis taklim, melalui media cetak dan media masa. Pembinaan semacam ini adalah kesempatan memperoleh prediket terbaik disisi Allah, yakni prediket bagi yang belajar dan mengajarkan, seperti kata Rasulullah "sebaik-baik kamu adalah yang belajar al-Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain, atas apa yang kamu ketahui. Kesebelas, adalah kesempatan kita bersyukur, berbagi dan mengeluarkan sebagian rezeki yang diamanatkan Allah. Karena setiap rezeki yang kita terima ada hak orang lain yang meminta dan membutuhkan. Saatnya yang tepat menghitung nikmat Allah berupa "hisab dan nisabnya". Hisab menghitung masanya dan nisab menghitung jumlahnya. Barangsiapa yang bersyukur atas nikmat Allah, maka akan ditambah nikmatnya, barang siapa yang kufur akan diazab, itulah janji Allah yang pasti adanya.

Berdasarkan beberapa keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadan, maka Allah meminta mereka yang Islam dan beriman memberdayakan Ramadan karim ini sepenuh jiwa dan raga, harta dan benda, niat, kata dan perbuatan yang menjadi amaliah, ibadah dan pengabdian hanya semata-mata karena Allah. Betapa ruginya mereka yang tidak mendekat dan menggapai Ramadan dengan sungguh dan menyeluruh atau atau kaffah. Karena dengan cara itulah Allah akan memberikan rahmat, berkah dan ampunanNya. Sebagaimana sabda Rasul, "Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikan Ramadan, maka dia benar-benar telah diharamkan dari kebaikan.(HR. Ahamd dan Nasa”i). Dalam hadist yang lain dikatakan, "orang yang celaka adalah yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan Ramadan. (HR. Thabrani).

Semoga saja, kita adalah bagian dari orang yang Ikhlas menyambut Ramadan, seiring dengan itu kita siap sepenuhnya memberdayakan diri secara kaffah, dengan cara itu semoga Allah ridha kita memperoleh takwa disisiNya. Amiiiin.

(Penulis adalah Direktur PPS IAIN STS Jambi)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /