Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Modifikator Indonesia Berjaya di Malaysia
Senin, 10/06/2013 - 10:01:29 WIB | Kategori: Internasional - Dibaca: 1127 kali

 KUALA LUMPUR -  Lagi-lagi putra Indonesia penggemar otomotif mampu unjuk gigi di dunia internasional. Kali ini Denny Puguh Dariyanto asal Batu, Jawa Timur, berhasil naik panggung event Art of Speed Malaysia akhir pekan lalu.

 Kontes modifikasi mobil dan motor berskala nasional Malaysia itu diikuti 150 motor dan 200 mobil berbagai model dan tipe. "Sempat keder juga saat melihat pesaing menggunakan basis Harley-Davidson, Triumph, Ducati, dan lainnya. Tetapi, soal inovasi, tetap Indonesia nomor satu karena motor Honda Tiger Denny menggunakan sistem penggerak roda orbital," tutur Yudy Hananta, pemimpin redaksi tabloid Ototrend (Jawa Pos Group) yang bersama Astra Honda Motor mengirim tiga motor ke Art of Speed (AoS) Malaysia.

 Dengan konsep D"Renconk, Denny menggambarkan motornya seperti tombak asal Aceh tersebut. Tombak yang berdesain lancip itu dijabarkan Denny lewat desain bodi berbahan fiberglass yang lancip di semua ujung ending-nya.

 Warna oranye kombinasi putih mutiara jadi perfect ending karena sangat eye-catching saat berada di sebelah kontestan lain. Mesin Honda Tiger yang sejatinya 1 silinder 200 cc dibikin "panas dingin" dengan memasangkan satu lagi silinder "palsu" di sebelah silinder asli sehingga membuatnya terlihat kekar dan padat berisi.

 Kedua roda, depan dan belakang, menggunakan sistem orbital, yakni tanpa tromol dan digantikan dengan bearing. Itulah yang membuat banyak penonton lokal Malaysia berdecak kagum dan berfoto dengan D"Renconk.

 Shige Suganuma, bos Moon Eyes, produsen aksesori custom terkenal asal Amerika pun terkesima saat melihat motor milik Denny itu. "It"s super good concept and presentation," tutur salah satu juri AoS 2013 tersebut dengan kagum.

 Sebenarnya Denny sudah mempunyai firasat akan memenangi gelar The Best Chopper AoS Malaysia 2013 karena semalam sebelum pengumuman sempat membeli sebuah sepatu model "Aladdin" seharga 300 ringgit atau sekitar Rp 1 juta di pusat perbelanjaan Sungei Wang. "Sepatu ini cocok sekali sama motorku karena sama-sama lancipnya dan sepatu ini akan aku pakai nanti, saat menang dan naik panggung," tuturnya sambil terkekeh. Akhirnya, ucapan ayah satu putri itu menjadi kenyataan.

 Selain Denny dengan D"Renconk-nya, Ototrend bersama Astra Honda Motor mengirim Honda Tiger milik Heri Setiawan dengan nama Parang Kusumo. "Konsep saya ambil yang benar-benar Indonesia, yakni batik, sesuai dengan kota asal saya, yakni Kebumen, Jateng," tutur guru bahasa Indonesia SMK Pelayaran Kebumen itu.

 Sayang, di event Art of Speed itu Tiger Parang Kusumo belum berhasil meraih The Best Caf" Racer. "Tidak masalah, yang pasti kami sudah bangga bisa membawa nama Indonesia di event internasional ini," ucap Heri Setiawan dengan bangga bersama modifikatornya, Alvian.

 Satu lagi, Honda PCX 125 milik Peterson Rivai asal Bandung juga sudah membanggakan Merah Putih di negeri Melayu. Konsep yang diusung pria ganteng itu adalah jap"s old school.

 Seperti diketahui, tabloid Ototrend (Jawa Pos Group) mengadakan event Honda Otocontest Series pada 2012 di 14 kota bersama Astra Honda Motor. King dari Honda Otocontest itu diberi kesempatan untuk berkarya lagi dan mengikuti kontes di Malaysia.

 Sebenarnya, ini adalah kali kedua modifikator motor Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa. Pada 2012, pemenang Honda Otocontest juga berhasil naik ke panggung penghargaan kontes modifikasi di Thailand.

(yud/ototrend/c11/kim)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /