Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Putra Bungsu Wiranto Meninggal Dunia
Kamis, 30/05/2013 - 10:15:54 WIB | Kategori: Nasional - Dibaca: 1357 kali

JAKARTA-  Kabar duka menyelimuti keluarga Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. Putra bungsu Wiranto dengan Uga Wiranto, Zainal Nurrisky (23), dikabarkan meninggal dunia akibat sakit demam tinggi di Afrika Selatan.

"Kabarnya datang jam 01.00 tadi pagi (Kamis dini hari, red)," ujar Dossy Iskandar Prasetyo, Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura saat dihubungi, kemarin.

Dossy menyatakan, kabar meninggalnya Zainal datang sangat mendadak. Dua bulan sebelumnya, Wiranto lengkap bersama keluarga dan famili lain berangkat ke Afsel untuk menikahkan Zainal. Zainal yang ketika itu sedang mengambil post graduate ilmu tafsir Alquran menikah dengan salah seorang anak pilot senior maskapai Garuda. Dossy mengaku tidak ingat nama istri dari Zainal tersebut. "Yang pasti, belum lama almarhum menikah," ujarnya.

Namun, dua hari lalu, keluarga Wiranto mendapat kabar bahwa Zainal ternyata sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Diketahui, Zainal mengalami panas tinggi, namun belum diketahui virus apa yang menyebabkan demam itu. Tak disangka, sakit yang diderita Zainal ternyata membawa putra ketiga Wiranto itu pergi untuk selama-lamanya. "Kalau sakitnya apa, saya tidak tahu persis," jelas Dossy.

Dossy menambahkan, keputusan untuk memakamkan Zainal di Afsel juga merupakan keputusan Wiranto. Menurut Dossy, Wiranto mengikhlaskan putra laki-laki satu-satunya itu untuk dikebumikan di sana. Yang terpenting, lanjut Dossy, Wiranto meminta agar pemakaman itu tidak melanggar prinsip keislaman.  "Tidak dipertimbangkan secara lebih untuk membawa jenazah ke Indonesia. Jaraknya terlalu jauh dan memakan waktu lama," tandasnya.

Wiranto, menurut Dossy, langsung menggelar malam tahlilan dan pembacaan surat Yasin yang berlangsung di kediamannya. Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husin menambahkan, Zainal memutuskan untuk mengambil kuliah di Afsel sejak dua tahun lalu. Pada 2011, Zainal terpanggil untuk belajar pendalaman Alquran selama tujuh tahun di Perguruan Tinggi Ilmu Agama Islam Darul Uloom Zakariyya, Johannesburg, Afsel.

"Almarhum tidak tertolong karena sakit dan meninggal dengan tenang di sana," ujar Saleh. Jenazah telah dimakamkan di pemakaman umum muslim di Lenasia, Johannesburg.

(bay/fat)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /