Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Moeldoko Calon Kuat Panglima
Selasa, 21/05/2013 - 10:17:04 WIB | Kategori: Nasional - Dibaca: 990 kali

JAKARTA -Tongkat komando KSAD diprediksi tak bakal lama dipegang Letjen Moeldoko. Alumnus terbaik peraih bintang Adhi Makayasa itu digadang-gadang sebagai calon kuat Panglima TNI yang pensiun Agustus nanti.

                "Di internal prajurit memang nama Pak Moeldoko disebut-sebut sebagai calon Panglima berikutnya," ujar Direktur Lembaga Studi Strategis (Lespersi) Rizal Darmaputera di Jakarta kemarin. Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono akan pensiun bulan Agustus nanti.

                Jika nanti Moeldoko naik, maka penggantinya diduga akan ke Letjen Gatot Nurmantyo. Kemarin Gatot juga dipanggil SBY ke Istana. "Panglima TNI jelang 2014 kemungkinan besar akan jatuh ke TNI AD karena konstelasi politik tetap butuh kestabilan," kata Rizal.

                Panglima yang sekarang dipegang TNI AL. Lazimnya,  memang ada rotasi giliran panglima. Sebelum Agus Suhartono, panglima dijabat dari TNI AD yakni Djoko Santoso. Logikanya sekarang akan jatuh ke TNI AU. "Tapi, jelang pemilu, fungsi teritorial penting. Walaupun KSAU sekarang juga alumni terbaik AAU angkatan 1981," katanya.

                KSAU sekarang dijabat Marsekal Ida Bagus Putu Dunia.  Menurut Rizal, pemanggilan Gatot Nurmantyo ke Istana tentu merngandung pesan tersendiri. "Posisi Gatot juga strategis. Dia alumnus terbaik Akmil 1982," katanya. 

      Moeldoko adalah alumnus terbaik Akmil 1981. Ia tercatat sebagai peraih bintang Adhi Makayasa. Moeldoko lahiran 6 Juli 1957 di Kediri, Jawa Timur. Moeldoko pernah menjabat Kasdam Jaya, panglima Divisi I Kostrad dan Pangdam Tanjungpura dan Pangdam III/Siliwangi.

      Di mata aktivis HAM pamor Moeldoko cukup harum. "Beliau komunikatif dan mau menerima masukan dari komunitas sipil. Kami mengucapkan selamat," ujar Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) Hariz Azhar pada Jawa Pos kemarin.

      Haris mencontohkan, saat menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi sempat ada isu TNI melakukan operasi sajadah untuk memaksa penganut Ahmadiyah kembali ke Islam. "Namun, setelah kami temui langsung rupanya isu itu tidak benar. Yang ada operasi gelar sajadah,"katanya.

      Alumni Essex University itu berharap Moeldoko bisa membuat perubahan di tubuh TNI AD. "Terutama terkait penegakan ham di tubuh tni," katanya.

      Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Rukman Ahmad menjelaskan untuk posisi Wakil KSAD yang akan ditinggalkan Letjen Moeldoko belum ditentukan penggantinya. "Sampai malam ini kami belum mendapat informasi," katanya.

      Alumni US Naval war Of College itu menambahkan semua anggota TNI AD solid mendukung Moeldoko sebagai KSAD yang baru. "Kami bangga dan siap menjalan tugas sebaik-baiknya," katanya.

(rdl)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /