Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Dua Mantan Kapolda Jambi Calon Kapolri
Rabu, 10/04/2013 - 10:40:51 WIB | Kategori: Nasional - Dibaca: 1719 kali

Anang dan Budi

JAKARTA--- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bergerak cepat merespon rencana pergantian Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Calon-calon terbaik di kepolisian segera diseleksi. Kompolnas juga meminta masyarakat menyampaikan usulan.  Termasuk mantan Kapolda Jambi, yakni  Komjen Anang Iskandar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Kemudian juga, Komjen Budi Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol) Polri.

                "Kita sedang melakukan pendataan dan seleksi rekam jejak. Ada sekitar tujuh atau delapan calon yang disiapkan, " ujar komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan di Jakarta kemarin (09/04).

                Mantan wartawan yang belasan tahun meliput di kepolisian ini menuturkan, jumlah calon masih bisa bertambah. "Tentu semua orang ini akan kami dalami track record-nya, dan kami akan lihat tingkat penerimaaan masyarakat terhadap calon tersebut,"katanya

                Penerima an publik, kata Edi sangat penting. "Kalau masyarakat punya data tentang rekam jejaknya tolong sampaikan. Kami nanti akan berikan sebagai pertimbangan untuk Presiden," katanya.

                Kompolnas memang bertanggungjawab langsung pada Presiden. Salah satu tugasnya adalah memberi rekomendasi nama " nama calon Kapolri. "Kami tidak mematok target waktu. Tapi, kalau Agustus sudah pelantikan tentu kita tinggal punya waktu satu " dua bulan," katanya.

                Beberapa nama yang masih berpeluang menjadi Kapolri mendatang misalnya Kabareskrim Komjen Sutarman. Dari hitungan usia, alumnus Akpol 1981 ini  masih berpeluang. 

      Ada juga nama  Komjen Anang Iskandar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Jebolan Akpol 1982 itu berkarir sangat cepat. Setelah bintag dua sebagai Kadivhumas Polri, lalu sebagai Gubernur Akpol dan sekarang Kepala BNN.

      Ada juga nama Komjen Budi Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol) Polri. Budi sebelumnya menjabat beberapa posisi strategis, di antaranya Kepala Divisi Propam Mabes Polri dan Kapolda Bali. Budi pernah juga menjabat sebagai sekretaris pribadi presiden di era Megawati Soekarnoputri.

      Di jajaran bintang dua, nama Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayu Seno pun masuk dalam hitungan bursa calon Kapolri. Posisinya bisa menempati jabatan jendral bintang tiga di Mabes Polri. Sebab, Irwasum Polri Komjen Fajar Prihantoro akan pensiun bulan ini. Jabatan Wakapolri pun dalam pertengahan tahun ini akan ditinggalkan Komjen Nanan Soekarna.

      Dua bintang tiga yang lain yakni Komjen Oegroseno (Kabaharkam) dan Komjen Imam Sudjarwo (Kabaintelkam) juga akan pensiun di tahun 2013 ini.

      Edi menilai pergantian Kapolri di bulan Agustus nanti bukan sebuah hal yang istimewa. "Wajar kalau tahun 2014 mungkin terlalu dekat dengan pemilu jadi agak rawan," katanya.

      Di bagian lain, KSAU Marsekal Ida Bagus Putu Dunia menilai pergantian Panglima TNI adalah hak prerogratif presiden. "Itu adalah kewenangan Bapak Presiden, kami tidak berhak memberikan komentar  atas itu," ujarnya di sela-sela peringatan HUT TNI AU ke 67 di Halim Perdanakusumah, Jakarta kemarin.   

                Disinggung soal peluangnya yang terbesar menjadi the next panglima, KSAU juga menjawab biasa. "Prinsipnya kami sebagai prajurit siap ditaruh dimana saja. Sekali lagi, itu hak dan kewenangan bapak Presiden," katanya.

                Beberapa pengamat militer memprediksi posisi Panglima TNI setelah Laksamana Agus Suhartono akan jatuh di tangan KSAU atau pengganti KSAD setelah Pramono. Hingga kini, nama calon KSAD yang baru masih berada di tangan Panglima TNI.

(rdl)







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  




INDEKS BERITA

/ /